Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Sikapi Kampanye Hitam Pilkada Sumut, Hindari Fitnah dan SARA

Micom
26/6/2018 15:05
Sikapi Kampanye Hitam Pilkada Sumut, Hindari Fitnah   dan SARA
(ist)

MASA tenang menyambut hari Pemilihan Kepala Daerah di Sumatra Utara pada Rabu (27/6) besok telah dicederai dengan kegiatan dan imbauan bernada suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Hal itu dapat dilihat melalui informasi yang dihimpun seperti imbauan berisi ajakan agar tidak memilih pemimpin nonmuslim atau pemimpin kafir terpampang jelas.

Spanduk ini terpampang antara lain di Ring Road, Dr Mansyur, Simpang Gaperta, sama seperti yang sebelumnya dipajang di depan Masjid Al Jihad menghadap Jl Abdullah Lubis. Namun setelah beredar luas atau viral di media sosial, spanduk itu dibentangkan menghadap ke masjid, bukan ke Jl Abdullah Lubis.

Selain imbauan bernada SARA melalui spanduk, imbauan serupa pun mulai masif di medsos. Misalnya, ajakan untuk berkumpul bersama sebelum menuju tempat pemungutan suara dan sepakat tidak memilih pemimpin nonmuslim, lalu mengabaikan program unggulan yang diusung setiap calon pemimpin daerah.

Menyikapi kampanye hitam bernada SARA tersebut, cendikiawan muslim, Quraish Shihab, menyesali hal itu masih saja terjadi. Menurutnya, imbauan bernada SARA itu sejatinya dapat mengkerdilkan jalannya pesta demokrasi dan akhirnya bertabur fitnah.
Terlebih dalam masa tenang, masyarakat pemilih semestinya dapat lebih mempelajari secara seksama sejumlah program yang diusung para calon pemimpin.

"Kafir itu tak hanya untuk nonmuslim. Karena siapa pun yang melakukan sesuatu yang jauh dari kebenaran, kalau dia itu seorang muslim, dia juga bisa disebut kafir," sebut Quraish, saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Quraish yang enggan disapa habib atau kiai ini menambahkan, siapa pun bila berada di jalan yang benar, berani melawan kemungkaran, ikutilah dia dan bantu dia.

"Jangan bertanya apa agamanya, apa sukunya, siapa bapaknya atau sampai menuding seseorang kafir. Sesungguhnya Tuhan berhak mengutus siapa pun untuk kebaikan di bumi ini," ujar mantan Menteri Agama itu mengingatkan.

Seperti diberitakan, pada Pilkada 2018, warga Sumut akan bersama-sama memilih dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, yaitu pasangan Eddy Rahmayadi dan Musa Rajeksah serta pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar PH Sitorus. Kedua pasangan ini telah ditetapkan KPU pada Februari 2018 lalu. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya