Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SUHU panas yang menyelimuti Provinsi Bangka Belitung (Babel) dalam sepekan terakhir mengakibatkan munculnya tiga titik panas yang diduga akibat terbakarnya hutan dan lahan di daerah tersebut.
Staf Analisa dan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pangkalpinang. Rizki Adzani mengatakan berdasarkan pantauan satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP, ada tiga titik api di wilayah Babel.
"Berdasarkan pantauan satelit, di kita ada tiga titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan. Ketiga titik itu berada 2 di Bangka Barat tepatnya di simpang Teritip, dan 1 titik lagi di Toboali Bangka Selatan," kata Rizki, Selasa (12/6)
Menurut Rizki tingkat keakuratan data itu untuk di Simpang Teritip Bangka Barat 77% dan 82%, sedangkan untuk di Toboali Bangka Selatan
61%.
Ia mengungkapkan, intensitas titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat, setelah sebelumnya dua hari yang lalu selalu terpantau hanya ada satu titik panas.
"Minggu kemarin selalu terpantau satu titik, dan sekarang meningkat menjadi 3 titik," ungkap Rizki.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan tetap waspada.
"Akhir-akhir ini cuaca di daerah kita panas sekali, ini harus di waspadai masyarakat yang tinggal di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan," kata Mikron.
Selain itu, Mikron kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan. Begitu pula dengan perokok agar tidak membuat puntung rokok sembarangan, sebab dalam cuaca saat ini rentan terjadi kebakaran. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved