Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka meningkatkan pertumbuhan industri galangan kapal yang mendukung program tol laut, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) terus melakukan langkah-langkah strategis.
Di antaranya, mendukung upaya pemerintah memajukan sektor kemaritiman dengan merevitalisasi galangan kapal di tahun ini. Upaya tersebut dapat terealisasi dengan adanya penyaluran dana penyertaan modal negara (PMN) melalui APBN 2018.
Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Wahyu Suparyono mengatakan revitalisasi galangan kapal tahun ini dilakukan di beberapa daerah di antaranya Banjarmasin, Cirebon, Batam, Palembang, dan nanti salah satu yang terbesar di Jakarta.
"Revitalisasi ini menggunakan dana PMN senilai total Rp900 milliar yang akan digunakan antara lain untuk mengganti sebagian dok apung yang umurnya sudah tua, merevitalisasi peralatan dan pengembangan jasa docking repair," ucap Wahyu usai peletakan batu pertama perevitalisasian galangan kapal di bibir Sungai Musi, Palembang, Senin (14/5).
Menurut dia, kapal-kapal di Indonesia masih banyak yang diimpor dari luar negeri, sehingga ini menjadi peluang besar bagi industri galangan
kapal nasional. Pemerintah telah memberikan berbagai insentif fiskal, di antaranya bea masuk ditanggung pemerintah untuk 15 komponen kapal yang belum bisa diproduksi di dalam negeri.
Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) berupa tax allowance untuk galangan-galangan kapal. Fasilitas itu diberikan untuk usaha dengan modal minimum Rp50 miliar dan mempekerjakan paling sedikit 300 orang.
"Pemerintah saat ini menempatkan sektor maritim sebagai salah satu sektor yang mendapatkan prioritas dalam pembangunan nasional," jelas Wahyu.
Di Palembang, pihaknya telah mengalokasikan dana sekitar Rp5,5 miliar untuk pembangunan fasilitas di area galangan kapal. "Ini adalah bagian dari rencana strategis kami dalam menggunakan alokasi dana PMN APBN Perubahan. Harapannya rehabilitasi fasilitasi ini dapat memberi kontribusipositif bagi perusahaan," tutur Wahyu.
Wahyu menjelaskan terdapat tiga pekerjaan utama yang dilakukan untuk meningkatkan galangan kapal perusahaan di kota itu, yakni rehabilitasi semi-dock graving, pembangunan pintu dok serta pembangunan dermaga di area galangan kapal. Pengerjaan fasilitas itu akan menggandeng perusahaan lokal, yaitu PT Gilas Perkasa dengan estimasi pengerjaan rampung selama 90 hari.
Ia memaparkan rehabilitasi fasilitas juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing perusahaan di industri galangan kapal. "Kami tambah kapasitas (pelebaran) dermaga dari semula lebarnya 25 meter nanti menjadi 30-31 meter. Nanti juga ada pintu dok sehingga kapal-kapal yang diperbaiki bisa ditarik ke darat ketika terjadi pasang dan air langsung dipompa keluar," jelas Wahyu.
Menurutnya, perbaikan alat produksi membuat pelayanan kepada
pelanggan bisa meningkat, terutama terkait efektivitas layanan.
"Kami berharap dapat meraup pemasukan karena sejatinya potensi dari perbaikan dan pembuatan kapal ini semakin besar. Minat pasar sangat tinggi, apalagi lokasi sangat strategis. Contohnya, di Palembang yang berada persis di tepi Sungai Musi. Jika ada kapal rusak tinggal ditarik saja, berbeda dengan galangan kapal lain yang mungkin harus masuk ke perkampungan dulu," tandasnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved