Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SELURUH armada pelayaran PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) lumpuh akibat cuaca buruk. Sesuai laporan BMKG Stasiun El Tari Kupang, tinggi gelombang di perairan berkisar 2,5-3,5 meter.
"Hanya kapal ASDP yang tidak berlayar, tetapi kapal-kapal milik Pelni masih beroperasi seperti biasa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan NTT Yos Rasi kepada wartawan, Senin (14/5).
Gelombang tinggi terjadi sejak dua hari terakhir. Angin kencang terjadi di seluruh wilayah NTT dengan kecepatan antara 20-40 kilometer per jam.
Informasi yang diterima dari BMKG Stasiun El Tari Kupang menyebutkan fenomena cuaca angin kencang saat ini disebabkan adanya aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi angin timur. Kondisi ini membuat tekanan tinggi di wilayah benua Australia menyebabkan perbedaan gradien tekanan antara wilayah Benua Australia dan Indonesia, khususnya NTT.
Adanya angin kencang ini juga mengakibatkan gelombang tinggi di wilayah perairan NTT. Menurut Yos, penghentian pelayaran disebabkan armada pelayaran fery tidak sanggup melintasi gelombang tinggi di atas tiga meter.
"Kapal fery yang beroperasi di NTT bertonase kecil. Paling besar 1.000 GT, 750 GT, dan 500 GT," imbuhnya.
Menurut Yos, pemerintah Provinsi NTT sudah menyampaikan permintaan pergantian kapal fery kepada pemerintah. Daerah ini membutuhkan kapal besar bertonase minimal 2.000 GT. Jika permintaan itu disetujui, pelayaran di daerah itu tetap beroperasi kendati terjadi cuaca buruk dengan tinggi gelombang sampai tiga meter.
Yos menyebutkan perairan di daerah itu yang kerap terlanda tinggi ialah Selat Rote antara Kupang dan Rote, Laut Sawu, Selat Suma, dan
Selat Ombai. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved