Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tinggi Gelombang 3,5 Meter, Pelayaran ASDP di NTT Lumpuh

Palce Amalo
14/5/2018 17:35
Tinggi Gelombang 3,5 Meter, Pelayaran ASDP di NTT Lumpuh
(ANTARA)

SELURUH armada pelayaran PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) lumpuh akibat cuaca buruk. Sesuai laporan BMKG Stasiun El Tari Kupang, tinggi gelombang di perairan  berkisar 2,5-3,5 meter.

"Hanya kapal ASDP yang tidak berlayar, tetapi kapal-kapal milik Pelni masih beroperasi seperti biasa," kata Pelaksana  Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan NTT Yos Rasi kepada wartawan, Senin (14/5).

Gelombang tinggi terjadi sejak dua hari terakhir. Angin kencang terjadi di seluruh wilayah NTT dengan kecepatan antara 20-40 kilometer per jam.

Informasi yang diterima dari BMKG Stasiun El Tari Kupang menyebutkan  fenomena cuaca angin kencang saat ini disebabkan adanya aliran massa  udara di wilayah Indonesia didominasi angin timur. Kondisi ini membuat tekanan tinggi di wilayah benua Australia menyebabkan perbedaan gradien tekanan antara wilayah Benua Australia dan Indonesia, khususnya NTT.

Adanya angin kencang ini juga mengakibatkan gelombang tinggi di wilayah perairan NTT. Menurut Yos, penghentian pelayaran disebabkan armada pelayaran fery tidak sanggup melintasi gelombang tinggi di atas tiga meter.

"Kapal fery  yang beroperasi di NTT bertonase kecil. Paling besar 1.000 GT, 750 GT,  dan 500 GT," imbuhnya.

Menurut Yos, pemerintah Provinsi NTT sudah menyampaikan permintaan  pergantian kapal fery kepada pemerintah. Daerah ini membutuhkan kapal  besar bertonase minimal 2.000 GT. Jika permintaan itu disetujui, pelayaran di daerah itu tetap beroperasi  kendati terjadi cuaca buruk dengan tinggi gelombang sampai tiga meter.

Yos menyebutkan perairan di daerah itu yang kerap terlanda tinggi ialah Selat Rote antara Kupang dan Rote, Laut Sawu, Selat Suma, dan
Selat Ombai. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya