Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Jembatan Tol Teluk Balikpapan Dibangun September

Syahrul Karim
13/5/2018 19:00
Jembatan Tol Teluk Balikpapan Dibangun September
(Ist)

GUBERNUR Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak bersama Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar serta pejabat Kementerian PUPR dan Waskita Karya meluncurkan pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan, Minggu (13/5), di Kantor Bupati Penajam Paser Utara,  Kilometer 9, Nipah-nipah.

Pembangunan jembatan yang menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara itu akan dimulai pembangunan fisiknya pada September mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, Muhammad Taufik Fauzi mengatakan, perjuangan selama lima tahun untuk membangun jembatan tol itu akan segera berakhir dengan terwujudnya rencana.

"Kurang lebih lima tahun. Proses pembangunan jembatan ini dimulai dengan keluarnya izin ketinggian jembatan mencapai 50 meter. Pada awalnya ketinggian mencapai 63 meter, namun mendapat protes dari Angkasa Pura karena akan mengggangu penerbangan," ujar Taufik.

Dalam perjalananya, Kementerian Perhubungan akhirnya menetapkan ketinggian jembatan hanya 50 meter. Panjang jembatan Penajam-Balikpapan mencapai 7 kilometer dan memerlukan waktu selama dua tahun untuk menyelesaikan proyek tersebut.

"Mengenai rencana pembangunan jembatan ini, Kementerian PUPR meminta akan dilakukan pembahasan teknis khususnya desain untuk mengurangi biaya kontruksi dan konsultan dari Hong Kong," ungkap Taufik.

Senada, Direktur PT Jembatan Tol Teluk Balikpapan Amadi mengatakan, masalah utama yang sempat dihadapi adalah desain yang harus dioptimasi sehingga biaya bisa lebih efisien.

"Sekarang desain sudah dilakukan dengan konsultan Singapura," tutur Amadi.

Setelah itu akan dilakukan lelang investasi dan ditargetkan September mulai dilakukan pembangunan fisik. Ia mengatakan, pembangunan jembatan ini melalui Waskita Tol Road.

"Saya minta doa masyarakat agar pembangunan jembatan ini bisa diwujudkan dalam waktu dekat ini," pintanya

Pembangunan jembatan tol Teluk Balikpapan diproyeksi menelan dana Rp6 triliun-Rp 7 triliun. Bila terwujud nanti, jembatan akan dikelola dengan sistem tol atau berbayar.

"Pemerintah Provinsi Kaltim, Penajam Paser Utara, dan Balikpapan telah membangun kesepahaman bersama.Memang sempat ada pembahasan tentang alur dan berapa pylon jembatan. Sekarang tidak ada masalah lagi," kata Yusran.

Ia meyakini, dengan adanya infrastruktur ini, waktu tempuh Balikpapan-Penajam Paser Utara bisa lebih singkat. Jika sebelumnya ditempuh dalam waktu sekitar 30-60 menit dengan menggunakan kapal cepat maupun kapal feri, kelak tidak sampai 10 menit.

Yusran menambahkan yang terpenting dari keberadaan jembatan tol itu adalah bisa memajukan Penajam Paser Utara sekaligus memeratakan pembangunan bersama sebagai kota di teluk. Terlebih kedua kota ini, Balikpapan dan Penajam Paser Utara, tengah berkembang menjad kota industri.

"Jadi jangan dilihat Balikpapan itu Balikpapan saja. Penajam itu juga Balikpapan," kata Yusran.

Dana pembangunan jembatan murni dari investasi dan tidak menggunakan dana APBD maupun APBN. Skema pembiayaan meliputi 55% ditanggung PT Waskita Karya, 25% Pemprov Kaltim, 15% Penajam Paser Utara, dan 5% Balikpapan. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya