Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

KPU Kota Sukabumi Temukan 421 Pemilih Sudah Meninggal Dunia

Benny Bastiandy
08/5/2018 20:55
KPU Kota Sukabumi Temukan 421 Pemilih Sudah Meninggal Dunia
(Mi/ARYA MANGGALA)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Jawa Barat, memastikan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada 2018 yang sudah ditetapkan beberapa waktu tidakterdapat data pemilih meninggal dunia. KPU sudah melakukan proses penjaringan dan penyaringan dalam daftar pemilih sementara (DPS) sebelum memasuki tahapan penetapan DPS.

"Saat dilakukan proses penjaringan dan penyaringan, terdapai 421 pemilih terdata dalam DPS. Makanya, dalam DPT tidak ada pemilih yang tercatat sudah meninggal dunia. Terkecuali dalam proses DPT tambahan ada pemilih yang meninggal dunia," kata Komisioner KPU Kota Sukabumi, Harlan Awaludin Kahar, Selasa (8/5).

DPT Pilkada Serentak 2018 di Kota Sukabumi sudah ditetapkan sebanyak 225.349 pemilih. Hingga saat ini KPU masih membuka ruang bagi warga yang tidak terdata sebagai pemilih untuk melaporkan, sehingga mereka akan masuk dalam DPT tambahan.

"Masyarakat juga bisa melapor apabila ada pemilih yang meninggal ketika sudah ditetapkan DPT. Proses pelaporannya bisa ke PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), PPS (Panitia Pemungutan Suara), atau langsung ke KPU," kata dia.

Laporan itu akan ditindaklanjuti dengan koordinasi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Nantinya akan diterbitkan akta kematian yang memperkuat data.

"Dengan adanya akta kematian itu berarti kita tak akan memberikan surat undangan. Nanti kami buat berita acaranya," tegasnya.

Sebanyak 421 pemilih yang meninggal dunia itu terbesar di Kecamatan Baros sebanyak 42 orang, di Kecamatan Cibeureum sebanyak 40 orang, di Kecamatan Cikole sebanyak 46 orang, di Kecamatan Citamiang 45 orang, di
Kecamatan Gunungpuyuh 20 orang, di Kecamatan Lembursitu 44 orang, dan di Kecamatan Warudoyong sebanyak 184 orang.

"Masyarakat juga harus berperan aktif. Kalau misalnya ada yang meninggal dunia, segera laporkan agar nanti data pemilih tak bermasalah," pungkasnya. (A-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya