Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memrotes aturan Komisi Penyiaran Indonesia terkait larangan bermain sinetron. Larangan itu dianggap tendensius karena hanya ada 1 kandidat yang bermain sinetron di saat kampanye, yakni Deddy Mizwar.
Menurut Wakil Ketua Tim Pemenangan Deddy-Dedi, Asep Wahyuwijaya, larangan dari KPI tersebut bertentangan dengan asas kesetaraan
di mata hukum. "Aturan ini sebenarnya untuk siapa? Apakah untuk semua peserta pilkada yang ikut Pilkada 2018 ini atau hanya untuk satu orang calon saja?" tanya Asep di Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/5).
Asep mengingatkan, seni peran sudah dilakukan Deddy sejak lama sebelum terjun ke dunia politik. Dengan demikian, setiap memainkan peran dalam sinetron bukanlah untuk kepentingan politik seperti yang dikhawatirkan KPI.
Dia memastikan, tayangan dalam sinetron yang menampilkan Deddy bukan bertujuan untuk pencitraan di masyarakat. Terlebih, menurutnya sinetron Deddy yang akan tayang di bulan puasa sudah melewati penyeleksian oleh Badan Sensor Film.
"Dan main sinetron ini rutinitas yang sudah dilakukan setiap tahun sebelum pilkada. Tidak hanya untuk sinetron baru ini, namun juga
seri-seri sinetron lainnya," tutur Asep.
Di kesempatan berbeda, calon Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua Umum Perhimpunan Alumni Pendidikan Pasundan Indonesia (PAPPI), Tubagus Hasanuddin, memberi motivasi kepala lulusan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan. Menurut dia, kelulusan dari perguruan tinggi merupakan pintu masuk pertama dalam menyongsong masa depan.
Selain untuk meraih cita-cita, kelulusan kuliah harus menjadi modal agar bisa berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. "Tanamkan terus nilai-nilai pendidikan kepada seluruh masyarakat," ujar Tubagus.
Terlebih, para lulusan STKIP merupakan calon guru yang sangat berperan terhadap kemajuan pendidikan masyarakat. "Semua yang di sini
adalah calon guru masa depan yang menentukan nasib bangsa," imbuhnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved