Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Daerah Industri Daya Tarik Pengemis Migrasi Ke Karawang

Cikwan Suwandi
08/5/2018 19:55
Daerah Industri Daya Tarik Pengemis Migrasi Ke Karawang
(MI/USMAN ISKANDAR)

KABUPATEN Karawang yang dipenuhi ribuan industri, bukan hanya menjadi daya tarik ribuan masyarakat untuk mengadu nasib menjadi buruh pabrik. Menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri, ratusan orang dari luar kota menyerbu untuk menjadi pengemis.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Karawang, Asip Suhendar, hampir setiap tahun ratusan pengemis muncul di Karawang

"Bukan hanya dari Karawang saja, tetapi banyak juga yang berasal dari kabupaten tetangga seperti Subang dan Indramayu, " ujar Asip kepada Media Indonesia, kemarin.

Asip mengatakan selama Ramadan dan Idul Fitri, seorang pengemis di Karawang bisa menghasilkan keuntungan Rp15 juta untuk dibawa pulang pada Idul Fitri. Hal itu berdasarkan hasil pendataan pada tahun sebelumnya.

"Keinginan mereka sama, ketika diwawancarai, mengemis itu untuk bisa berlebaran dan beli baju baru di kampung, atau piknik bersama keluarga," ucap Asip.

Menurut Asip, yang memprihatinkan para pengemis tersebut menggunakan anak-anak mereka untuk ikut bekerja mencari belas kasih masyarakat. Rasa iba mudah didapat di saat masyarakat tengah meningkatkan ibadah di bulan Ramadan.

Untuk mencegah migrasi pengemis, Asip mengatakan harus dilakukan dari pemerintah daerah asal mereka maisng-masing. Pemda setempat perlu mengupayakan agar pekerjaan mengemis tidak menjadi andalan.

Di Karawang, patroli akan dilakukan secara berkala. Bahkan Satpol PP menyimpan sejumlah anggotanya bergantian di sejumlah titik rawan pengemis, yakni lampu merah dan titik keramaian.

"Kalau dari daerah luar yang terkena kami akan lakukan pembinaan dan mereka harus pulangkan ke daerah asalnya. Lalu untuk daerah Karawang, kami serahkan kepada Dinas Sosial untuk dibina," tutur Asip.

Ia mengakui Karawang masih belum memiliki rumah singgah yang bisa dijadikan tempat pembinaan gelandangan dan pengemis secara intensif. Hal itu menimbulkan kendala penanganan pengemis. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya