Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

RSUD Lewoleba Kehabisan Kantong Darah

Alexander P Taum
08/5/2018 18:20
RSUD Lewoleba Kehabisan Kantong Darah
(ANTARA)

RUMAH Sakit Umum Daerah Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai satu-satunya bank darah di Kabupaten Lembata, kehabisan kantong darah. Kondisi itu memancing amarah keluarga pasien HB rendah yang hendak mendonorkan darah untuk kerabatnya.  

Keluarga pasien menuding, habisnya stok kantung darah disebabkan Direktur RSUD Lembata kurang mengontrol stok kantong darah di RSUD tersebut.

Dalam pantauan Media Indonesia pada Senin (7/5) dan Selasa (8/5), Keluarga empat orang  pasien terpaksa batal untuk mendonorkan darah karena RSUD tidak mempunyai stok kantung darah.

Keluarga pasien bahkan mengancam akan menggugat pihak RSUD Lewoleba secara pidana jika pasien yang hendak dibantu itu meninggal karena terlambat mendapatkan transfusi darah.

Yosep Making, keluarga pasien penderita HB rendah, kepada Media Indonesia,  Selasa (8/5), mengatakan pamannya sedang dirawat inap di RS Bukit Lewoleba karena menderita berbagai penyakit yang diperparah kondisi HB rendah.

Ketika sudah membawa 10 relawan pendonor yang bergolongan darah B, petugas di Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Lewoleba mengaku tidak bisa melayani donor darah karena kantong darah habis.

"Ini alasan yang sangat fatal. Saya heran kenapa direktur RSUD tidak bisa buat pengadaan ketika tahu stok kantung darah mulai menipis. Kami sudah siapkan pendonor tetapi batal hanya karena kantong darah habis kan fatal. Kalau Paman saya meninggal karena tidak bisa ditransfusi darah, saya pasti gugat RSUD Lewoleba karena teledor," cetus Making.

Making menandaskan, dirinya dijanjikan untuk dilayani mendonorkan darahnya pada Selasa (8/5) pukul 09.00 Wita karena kantong darah dijadwalkan dalam penerbangan dari Kupang. Namun hingga pukul 12.00 ia menunggu di UTD RSUD, kantong darah yang dijanjikan petugas belum juga tiba.
Direktur RSUD Lewoleba dr Bernard ketika dihubungi Media Indonesia mengatakan pihaknya sudah melakukan pengadaan kantung darah. Akan tetapi, karena melalui jalur impor, kedatangannya lambat sampai ke Lembata. Ia tidak merinci negara asal kantong darah tersebut.

"Kantong darah sudah tiba di Lembata tadi siang jam 12. Sekarang kantong darah sudah bisa dipakai. Pelayanan donor darah tetap jalan. Proses pengadaan lama karena kantung darah harus diimpor dari luar negeri, " ujar Bernard yang saat ini berada di Jakarta. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya