Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Nelayan di Nangalili Tagih Bantuan Alat Tangkap

John Lewar
08/5/2018 17:50
Nelayan di Nangalili Tagih Bantuan Alat Tangkap
(Ist)

NELAYAN Koperasi Terpedo di Desa Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, hingga saat ini belum bisa mengoperasikan 9 unit boat jenis febber bantuan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan RI (KKP) yang diberikan pada 2017 lalu.

Mandeknya operasi tangkap ikan oleh nelayan tersebut akibat bantuan alat tangkap yang dijanjikan KKP tidak kunjung terealisasi.

Sekretaris koperasi Nelayan Torpedo, Amirul Mukminin, kepada Media Indonesia, Selasa (8/5), menjelaskan sembilan kelompok nelayan belum maksimal mengoperasi speedboat hibah KKP karena ketiadaan alat tangkap yang cocok untuk kapal tersebut.

Alat tangkap yang diperlukan tersebut harus berkapasitas besar karena kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk pengoperasian speedboat cukup besar. Dengan alat tangkap berkapasitas besar nelayan bisa mendapat banyak ikan saat melaut untuk menutup biaya BBM sekaligus meningkatkan perekonomian mereka.

"Untuk membeli alat tangkap yang berkapasitas besar membutuhkan dana yang cukup banyak. Kemampuan para nelayan di Nangalili untuk bisa membeli alat tangkap kapasitas besar itu sangat susah dan membutuhkan bantuan dari pihak lain," tutur Amirul.

Pihak Kementerian Perikanan dan Kelautan kata Amirul pada Maret 2018 lalu sudah berjanji akan memberikan bantuan alat tangkap ikan tipe milenium untuk sembilan kelompok nelayan di Nangalili. Saat ini bantuan alat tangkap itu sedang diproses di Jakarta.

Nelayan Nangalili lainnya, Yosep Malo, mengatakan para nelayan sangat menantikan bantuan alat tangkap jenis milenium dari KKP tersebut. Pengoperasian alat tangkap tipe milenium tidak membutuhkan latihan khusus sehingga dipastikan para nelayan di Desa Nangalili mampu
mengunakan alat tangkap tersebut.

"Harapannya mudah-mudahan alat tangkap itu tiba di Nangalili dalam waktu dekat agar para nelayan berhasil menangkap ikan yang banyak. Apalagi speedboat itu dilengkapi dengan peralatan GPS,"
ujar Yosep.

Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Mabar, Blasius Hendrik, mengaku pihaknya tidak mengetahui persis jadwal kedatangan bantuan alat tangkap dari KKP. Ia hanya mengetahui baru-baru ini pihak KKP telah melakukan rapat bersama dengan para nelayan Nangalili terkait bantuan alat tangkap ikan tersebut.

"Saya dengar alat tangkap dari KKP nanti adalah alat tangkap tipe senar milenium.Hanya kami tidak tahu sampai dimana proses alat bantuan tersebut," ujar Hendrik kepada Media Indonesia. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya