Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pengembangan Pelabuhan Panasahan Tunggu Dana Pusat

Yose Hendra
08/5/2018 16:45
Pengembangan Pelabuhan Panasahan Tunggu Dana Pusat
(Ist)

DALAM rangka menunjang kelancaran tol laut di pantai barat Sumatra, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) akan mengembangkan Pelabuhan Panasahan.

Pelabuhan Panasahan yang terletak di Kenagarian Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai, Provinsi Sumatra Barat, telah berstatus sebagai pelabuhan pengumpul. Dalam program tol laut Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, pelabuhan panasahan ditargetkan sebagai penunjang pelabuhan utama Teluk Bayur.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pessel, Nuzirwan, mengatakan guna mempercepat pembangunan Pelabuhan Panasahan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bakal merevisi Rencana Induk Pengembangan Pelabuhan (RIPP). Selain RIPP, pihaknya juga bakal memperbarui detail enginering design (DED) atau rancangan rinci konstruksi kawasan pelabuhan.

"Karena RIPP dan DED yang lama itu sudah dianggap kadaluwarsa, sehingga tahun ini kita tidak mendapat dana pengembangannya dari pusat," ungkap Nuzirwan, Selasa (8/5).

Perubahan RIPP dan DED bakal dilakukan pada tahun anggaran 2019. Tahun ini pemerintah daerah tidak mengalokasikannya.

Sesuai perencanaan awal, lanjut Nuzirwan, perubahan tersebut akan dibiaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pesisir Selatan sengan alokasi dana hingga Rp2 miliar.

Dengan adanya perubahan RIPP dan DED, pemerintah pusat kembali bakal mengucurkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengembangannya. Saat ini, pemerintah kabupaten tengah fokus pada pembebasan lahan yang diperlukan untuk pengembangan kawasan pelabuhan.

Pembebasan lahan ditargetkan bisa mencapai 4-8 hektare. Pasalnya pengembangan kawasan darat pelabuhan tidak hanya menggandeng dana dari pusat, tetapi juga melibatkan pihak swasta. Bahkan, pemerintah daerah kini telah menyiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai mitra swasta dalam pengelolaannya.

"Ya, memang. Itu sudah ada. Namanya BUMD Langkisau. Salah satu unitusaha yang  dimilikinya adalah pengelolaan kawasan pelabuhan," terang Nuzirwan.

Saat ini, Panasahan memiliki dua dermaga, dengan kedalaman pasang surut hingga 7 DWT dan pasang tinggi 12 DWT. "Pada 2017, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan melakukan penguatan dermaga, dengan investasi hingga Rp8,4 miliar," pungkasnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya