Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Harga Cabai Merah di Pasar Induk Cianjur Turun

Benny Bastiandy
08/5/2018 16:20
Harga Cabai Merah di Pasar Induk Cianjur Turun
(ANTARA)

HARGA sejumlah komoditas sayuran di Pasar Induk Pasirhayam Cianjur, Jawa Barat, terpantau turun sepekan menjelang Ramadan. Penurunan harga yang cukup menonjol terjadi pada komoditas cabai.

Contohnya, pada komoditas cabai merah TW yang saat ini di kisaran Rp30 ribu per kg. Sebelumnya harga cabai tersebut berada di kisaran Rp35/kg. Demikian pula cabai merah keriting yang semula Rp32 ribu/kg turun jadi Rp30 ribu/kg.
"Kalau cabai rawit hijau stabil di kisaran Rp22 ribu per kilogram dan cabai rawit merah Rp30 ribu per kg," kata Kepala UPT Pasar Induk Pasirhayam Cianjur, Asep Kusmiadi, kepada Media Indonesia, kemarin.

Komoditas lain yang terpantau turun harga yakni bawang merah. Semula harga bawa merah Rp28 ribu/kg, kini menjadi Rp27 ribu/kg. "Kalau bawang putih biasa harganya naik. Semula Rp23 ribu, sekarang Rp24 ribu per kg," tutur Asep.

Harga tomat, kol, serta kentang masih stabil. Tomat di kisaranRp6 ribu/kg, kol di kisaran Rp6 ribu/kg, dan kentang dieng di kisaran Rp12 ribu/kg. "Sejauh ini rata-rata harga bisa dibi lang stabil. Belum ada lonjakan harga signifikan," imbuh Asep.

Permintaan tertinggi menjelang Ramadan biasanya ditujukan pada cabai merah TW serta daging ayam. Saat ini harga daging ayam naik ke kisaran Rp34 ribu/kg.

"Kalau biasanya harga ayam broiler itu di kisaran Rp32 ribu per kg. Sejak beberapa hari ke belakang harganya memang naik jadi Rp34 ribu per kg," ungap Asep.

Harga komoditas kebu tuhan pokok masyarakat lainnya masih stabil. Beras medium kualitas II di kisaran Rp9.500/kg dan beras kualitas premium dikisaran Rp10.800/kg.

"Mudah-mudahan harga bisa terus stabil hingga lebaran nanti kalau pasokan dan persediaan lancar," beber Asep.

Asep mengaku pemantauan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat dilakukan setiap hari. Pemantauan akan diintensifkan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. "Laporan dan pemantauan kami lakukan setiap hari," tegasnya.

Berbagai komoditas sayuran di pasar-pasar di Cianjur mengandalkan pasokan dari luar daerah. Pasalnya, produksi petani setempat banyak dijual ke luar daerah, terutama ke Jakarta.

"Sebetulnya secara potensi hasil sayuran dari Kabupaten Cianjur sangat banyak, seperti dari Cipanas atau Sukanagara. Tapi mereka banyak menjualnya ke luar daerah, seperti ke Pasar Kramat Jati atau supermarket-supermarket di Jakarta," terang Asep.

Rata-rata para pedagang di Cianjur mendapatkan pasokan dari Pasar Caringin Bandung untuk memenuhi kebutuhan konsumen lokal. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya