Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Peringatan Hari Ketawa Sedunia di CFD Solo Meriah

Widjajadi
06/5/2018 18:05
Peringatan Hari Ketawa Sedunia di CFD Solo Meriah
(Mi/widjajadi)

KEGIATAN Solo Car Free Day (SCFD) atau hari bebas kendaraan bermotor Solo pada Minggu pagi (6/5) tetap berlangsung damai, penuh ceria, dan bahkan derai tawai yang renyah. Penyelenggaraan kali ini bebarengan dengan perayaan Hari Tawa Sedunia yang diperingati setiap minggu pertama Mei.

Panakawan yang terdiri atas Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong menjadi pemicu ratusan warga yang berkumpul di kawasan CFD Slamet Riyadi tertawa renyah dan senang.

"Sudah dihibur dan tertawa, masih mendapatkan nasi tumpeng lagi," ujar Gatot bersama anak dan isteri yang memperoleh pincukan nasi tumpeng.

Ratusan warga terhibur oleh banyolan dan candaan tokoh kuartet wayang pengasuh para ksatria dalam wiracarita Mahabharata dan Ramayana. Tidak ada satu pun aroma politik praktis di dalamnya.

Pada saat sama Presiden Republik Aeng-Aeng, Mayor Haristanto, selaku penggagas acara perayaan Hari Ketawa Sedunia di kawasan CFD juga terlihat menikmati suasana ceria dan penuh tawa tersebut.

"Ya kita kumpul di sini untuk bersosial budaya, di banyak sudut kawasan CFD juga banyak kegiatan lain, seperti jalan santai, olahraga lain yang menyegarkan badan dan jiwa. Kalau ada promosi, itu jelas dari Pemkot untuk mensosialisasikan program-program pembangunan. Yang suasana begini ini, hidup harus seimbang, tentu akan lebih menyehatkan jiwa dan mampu menghilangkan penat setelah sepekan bekerja," tutur Mayor di sela-sela pembagian nasi tumpeng.

Walikota FX Hadi Rudyatmo yang mempunyai banyak agenda di ajang hari bebas kendaraan bermotor, termasuk menyambangi kegiatan jalan sehat Perhimpunan Alumni PTN Seluruh Indonesia (Himpuni) yang sehari sebelumnya mengelar pertemuan di Universitas Sebelas Maret Surakarta ( UNS).

Acara CFD kali ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Rudy menegaskan ruang publik di ajang CFD harus steril dari kegiatan politik praktis.

"Ini bukan karena peristiwa yang terjadi di Bundaran HI Jakarta pada CFD sepekan silam. Tapi Pemkot sudah jauh hari melarang, bahkan sejak CFD digelar di Kota Solo pada 8 tahun lalu. Kami selalu mengantisipasi dan menempatkan petugas Satpol PP ditempatkan di sejumlah titik CFD,agar tidak ada yang mencoba mengotori ruang nonpolitis ini," tandas dia.

Selain Satpol PP, ternyata Panwaslu pun ikut melakukan pemantauan kemungkinan penyusupan kegiatan politik praktis di CFD. "Ya ini untuk pemantauan saja dan sekaligus mencegah terhadap adanya kegiatan kampanye di CFD," ujar anggota Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kota Solo Poppy Kusuma.

Panwaslu mengajak Satpol PP agar memudahkan aksi penindakan jika sampai terjadi atau muncul kegiatan kampanye atau politik praktis di CFD. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya