Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Bekraf Gelar Pekan Raya Film Pantura Empat Kota di Jateng

Supradji Rasban
06/5/2018 17:30
Bekraf Gelar Pekan Raya Film Pantura Empat Kota di Jateng
(MI/Supradji Rasban )

BADAN Ekonomi Kreatif (Bekraf), menggelar Pekan Raya Film Pantura (PRFP) sebagai puncak kegiatan pelatihan film yang diadakan di empat kota di Jawa Tengah (Jateng). Keempat kota meliputi Brebes, Tegal, Slawi, dan Pemalang.

Acara yang baru kali pertama digelar tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan film di daerah. Peserta merupakan perwakilan pemenang ide terbaik dari masing-masing kabupaten/kota dan perwakilan komunitas film.

Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Wahyu Sulistianti, menyebut PRFP merupakan salah satu bentuk implementasi pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Gelaran acara itu kelanjutan kerja sama Bekraf dengan kabupaten/kota yang telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU).

"Pelaksanaan PRFP juga merupakan keinginan pemerintah daerah (pemda) untuk mengembangkan potensi di subsektor film," ujar Endah di Premiere Hotel, Tegal, Jawa Tengah, tempat dihelatnya PRFP, Minggu (6/5).

Endah berpandangan Pantura memiliki potensi kuat dalam penceritaan mengenai kebudayaan lokal yang bisa diangkat ke film. Selain itu, banyak bakat yang mumpuni dalam mengembangkan industri film, salah satunya melalui komunitas.

"PRFP merupakan ajang pengembangan kapasitas dan jejaring para pelaku perfilman daerah dengan nasional. Harapannya setelah ini, komunitas perfilman di kawasan Pantura bisa menjadi motor penggerak atau lokomotif bagi berkembangnya subsektor ekraf lainnya bagi masyarakat, khususnya di kawasan Pantura," ucap Endah.

PRFP dimeriahkan pemutaran film dan master class. Di sesi master class, peserta mendapat pelatihan mengenai penulisan skenario hingga produksi vlog menggunakan ponsel pintar.

Endah menjelaskan, sejumlah narasumber ternama mengisi sesi master class, di antaranya Batara Goempar (juru kamera), Ajish Dibyo (produser), Rahabi Mandra (penulis naskah), Kelvin Nugroho (penyunting film), dan Emil Heradi (sutradara).  Selain itu, ada juga Tim FFD untuk film dokumenter.

Menurut Endah, Bekraf sangat mendukung perkembangan film karena masuk dalam tiga program prioritas. Subsektor film, animasi, dan video menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif sebanyak Rp1,35 miliar dengan laju pertumbuhan 6,68% pada 2015.

"Industri film nasional pun terus berkembang dengan bertambahnya layar bioskop di Indonesia menjadi lebih dari 1.500 layar sehingga jumlah penonton naik hampir tiga kali lipat dalam waktu dua tahun," papar Endah.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggungjawab di bidang ekonomi kreatif. Bekraf bertugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film animasi & video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya