Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Gelombang di Selat Karimata Capai 3 Meter, Nelayan Diminta Waspada

Rendy Ferdiansyah
06/5/2018 17:20
Gelombang di Selat Karimata Capai 3 Meter, Nelayan Diminta Waspada
(ANTARA)

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas  Pangkalpinang menghimbau nelayan yang melaut ke Selat Karimata dan Perairan Bangka Selatan untuk waspada. Pasalnya, ketinggian gelombang di wilayah Provinsi Bangka Belitung tersebut mencapai 3 meter.

Petugas BMKG Kelas I Pangkalpinang Omar Mukhtar dalam siaran persnya, Minggu (6/5) menyebutkan prakiraan gelombang untuk jalur Penyebrangan Bangka Belitung hingga Senin (7/5) ketinggian gelombang maksimal mencapai 2 meter hingga 3 meter.

"Selat Bangka gelombang maksimal 2 meter, Selat Gelasa 2 meter, Selatan Bangka 2,5 meter, Utara Bangka 2 meter, dan Selat Karimata 3 meter," kata Omar.

Ketinggian gelombang tersebut, menurut Omar, dapat bertambah dengan adanya potensi awal comulonimbus atau awan hitam. Untuk itu nelayan yang melaut mencari ikan ke perairan selatan Bangka dan Selat Karimata harus tetap waspada.

"Pertumbuhan awan comulonimbus ini masih berpotensi, jadi nelayan harus waspada. Pasalnya ketinggian gelombang dapat bertambah," ujarnya.

Kecepatan angin di beberapa perairan di Babel antara 30 km/jam hingga 36 km/jam pun harus diwaspadai. BMKG menyebutkan kecepatan angin paling tinggi masih di Selat Karimata, mencapai 36 km/jam.

Omar menambahkan, hujan dan petir disertai angin kencang masih akan terjadi merata di seluruh wilayah Babel. "Hujan ringan, sedang, hingga lebat masih akan terjadi, makanya warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk tetap waspada," pinta Omar.

Adapun titik panas atau hotspot berdasarkan pengamatan satelit Aqua dan Tera tidak terdeteksi. Hal itu berarti untuk wilayah Babel tidak ada kebakaran hutan atau lahan.

"Akibat potensi hujan masih tinggi, titik panas akibat kebakaran hutan tidak terdeteksi, kemungkinan langsung padam akibat hujan," pungkas Omar. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya