Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Bulog Bangka Siapkan 100 Ton Beras Kita Jelang Puasa dan Lebaran

Rendy Ferdiansyah
06/5/2018 17:05
Bulog Bangka Siapkan 100 Ton Beras Kita Jelang Puasa dan Lebaran
(Dok. MI)

UNTUK menarik masyarakat agar mengonsumi beras medium, Bulog Subdivre Bangka akan mendistribusikan Beras Kita sebanyak 100 ton. Distribusi tersebut sekaligus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa dan lebaran.

Kepala Bulog Subdivre Bangka Tri Novianty mengatakan Beras Kita merupakan merek beras keluaran Bulog. Beras tersebut tersedia dalam kemasan 10 kilogram (kg) dan 5 kg.

"Untuk tahap awal menyambut puasa dan lebaran, kita siapkan 100 ton Beras Kita kemasan 10 kg dan 5 kg," kata Tri, di Bangka, Babel, Minggu (6/5).

Apabila nantinya permintaan terhadap Beras Kita meningkat, lanjut Tri, pihaknya akan menambah pasokan. "Semua tergantung permintaan, kami akan menyiapkannya."

Harga Beras Kita dengan kemasan cantik tersebut, menurut Tri tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium. HET beras medium saat ini Rp9.950/kg, sedangkan Beras Kita dijual di bawah HET, yakni Rp9.500/kg.

Diutarakan Tri, sebelumnya, beras medium bulog dibeli distributor tidak dengan kemasan. Pengemasan dan pemberian merek dilakukan oleh distributor.

"Distributor belinya langsung karungan dengan logo Beras Bulog, nah sekarang kita kemas sendiri dengan merek baru yakni Beras Kita," ucap Tri.

Tri menambahkan stok beras yang ada di gudang Bulog Subdivre Bangka saat ini 700 ton. Kemudian, akan datang pasokan tambahan sebanyak 500 ton. Jumlah tersebut mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode bulan puasa hingga lebaran.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan peredaran beras medium di pasaran masih tergolong rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penetrasi pasar dengan memasukkan beras Bulog kualitas medium ke pasaran untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang.

"Kita lihat beras medium masih sedikit, Masyarakat Babel lebih banyak ke premium yang harganya Rp12 ribu-Rp13.300/kg. Padahal ada beras murah yang medium itu yang bisa terjangkau masyarakat yang harganya cuma Rp 9.500 kg," kata Srie seusai meninjau Pasar Pagi Pangkalpinang, Jum'at (4/5).

Srie  menyebutkan dengan melakukan penetrasi pasar menggunakan Beras Kita diharapkan beras dengan kualitas baik bisa dijangkau masyarakat.(A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya