Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kementerian PUPR Bangun Pasar Atas Bukittinggi Mulai Juli

Yose Hendra
06/5/2018 16:45
Kementerian PUPR Bangun Pasar Atas Bukittinggi Mulai Juli
(ANTARA)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya akan memulai pembangunan Pasar Atas Bukittinggi pada awal semester II 2018. Proyek tersebut diperkirakan menelan biaya Rp354 miliar dengan dana dialokasikan melalui APBN 2018.

Pasar Atas Bukittinggi, Sumatra Barat, mengalami kebakaran hebat pada 30 Oktober 2017 lalu yang menyebabkan sekitar 1.000 lebih kios pedagang di gedung tiga lantai itu ludes terbakar. Umumnya pedagang Pasar Atas menjual pakaian, songket, sulam, makanan dan jenis dagangan lainnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat meninjau kondisi pasar tersebut pascakebakaran. Dalam peninjauan yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Wapres Jusuf Kalla mengatakan setelah rampung dibangun atau direhab, pengelolaan pasar tersebut agar dikembalikan lagi kepada masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan meskipun pembangunan pasar merupakan kewenangan pemerintah daerah, pihaknya harus turun tangan membantu.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo mengatakan pembangunan Pasar Atas akan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini.

"Pembangunan diperkirakan memakan waktu 17 bulan dengan kontrak tahun jamak 2018-2019," kata Sri Hartoyo dalam kunjungannya ke Bukittinggi, Sumbar, Minggu (6/5).

Desain gedung Pasar Atas akan menerapkan prinsip bangunan gedung hijau, yaitu hemat energi sehingga mengurangi emisi karbon. Selain itu desain pasar akan dibuat menarik agar menambah daya tarik wisata Bukittinggi karena lokasinya berada di pusat wisata Jam Gadang.

"Konsep akan disesuaikan dengan fungsi kota sebagai kota tujuan wisata dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal, mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan, dengan melibatkan pemerintah daerah," jelas Sri Hartoyo.

Menurutnya luas lahan Pasar Atas akan dikembangkan dari 1 hektare menjadi 1,4 hektare. Selain itu akan dilakukan pergeseran tapak sejauh 10 meter ke belakang untuk lebih memperluas area pedestrian Jam Gadang.

Lantai yang semula dirancang sebagian untuk lantai basement dan sebagian untuk kios akan digunakan seluruhnya untuk parkir basement.  

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengharapkan pembangunan Pasar Atas dapat berlangsung sesuai jadwal karena menyangkut nasib pedagang yang terdampak bencana kebakaran. Pada saat ini, Pemerintah Kota Bukittinggi sedang melakukan pembongkaran dan pembersihan lokasi.

Secara bersamaan juga tengah dilakukan pelelangan proyek yang dijadwalkan selesai akhir Juni 2018, sehingga awal Juli 2018 konstruksi fisik Pasar Atas sudah dimulai. (A-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya