Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Projo Papua Apresiasi Pembangunan Transportasi di Papua

Martinus Solo
29/4/2018 16:30
Projo Papua Apresiasi Pembangunan Transportasi di Papua
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PERTUMBUHAN sarana transportasi yang pesat di Papua, seperti jalur baru
tol laut dan jembatan udara merupakan prestasi Presiden Joko Widodo. Prestasi tersebut juga tidak terlepas dari peran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Presiden Jokowi datang ke Papua sudah hampir sembilan kali berarti menterinya wajib lebih dari itu. Itu kami apresiasi sekali," ungkap Ketua DPD Pro Jokowi (Projo) Papua Morin Moses, di Papua, Minggu (29/4)

Saat ini semua fasilitas sudah mulai dibuka dari wilayah pesisir sampai wilayah pegunungan Papua. Menurut Moses, itulah yang dinamakan pembangunan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

"Sektor terpenting di Papua adalah transportasi dan regulasi angkutan. Itu tugas yang cukup berat diemban oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi," ujar Moses.

Projo Papua, ditegaskan Moses, tetap mengawal segala bentuk pembangunan koneksitas dari laut, sungai, dan udara guna memberikan kesetaraan antara harga kebutuhan masyarakat di Papua dan wilayah lain.

"Berkat tangan beliau lah sebagai ujung tombak. BBM (bahan bakar minyak) satu harga,semen harga murah di Papua," kata Moses.

Selama melakukan pembangunan fasilitas baik bandara dan dermaga di Papua hal yang sangat mengganggu adalah ketersediaan Lahan. Masalah ganti rugi tanah, menurut Moses, adalah tanggung jawab dari pemerintah daerah setempat.

Moses menyebutkan dalam pembangunan wajib ada kerja sama antara pihak yang terkait. "Presiden Jokowi sangat pandai dalam mencari menteri-menterinya karena berbeda dari menteri era presiden sebelumnya," ujarnya.

Menurut Moses, salah satu program menteri perhubungan yang membuat kaget pejabat pemerintah daerah adalah rencana membangun bandara di wilayah wilayah sangat terisolasi. Apalagi berada di wilayah yang masih ada separatis seperti di Agdugume.

Hal tersebut, kata Moses, membuktikan negara hadir di sana selama masih di wilayah NKRI. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya