Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN yang melanda sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur pada pada Rabu (25/4) pukul 02.05 WIB, menewaskan sepuluh orang.
Berdasarkan keterangan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh yang diterima Rabu (25/4), enam korban tewas sudah dapat diidentifikasi, sedangkan empat lainnya belum diketahui identitasnya.
Keenam korban tewas ialah Nazarullah, 30, warga Dusun Bakti Pasi Puteh, Afrizal alias Doyok, 35, warga Dusun Punti Payong, Era Bin M. Sidik, 32, warga Dusun Pasi Puteh, Siti Hafsah, 70 Thn, warga Dusun Pasi Puteh, serta Mak Wen, 55 dan Kak Nini Bin Abdul Wahab, 32, keduanya warga Dusun Bhom Lama.
"Masih ada kendala dalam proses evakuasi dikarenakan api belum berhasil dipadamkan. Jenazah korban terbakar dibawa ke Puskemas Ranto Peureulak."
Selain korban tewas, kebakaran itu juga menyebabkan 42 orang menderita luka bakar, dengan tingkat beragam. Mereka saat ini telah dirujuk ke RSU Zubir Mahmud (Idi Rayeuk), RS Graha Bunda (Idi Rayeuk), dan RSU Sultan Abdul Azis Syah (Peureulak).
Selain korban jiwa dan korban luka, lima unit rumah juga dilaporkan hangus terbakar.
Menurut keterangan Saiful, Camat Rantau Peureulak, kejadian itu berawal pada Rabu sekira pukul 00.00 WIB di sebuah sumur di lahan milik warga bernama Zainabh. Sumur yang dibor secara tradisional itu mengeluarkan minyak dan gas.
Saat itu, sekitar sepuluh orang datang untuk mengambil tumpahan minyak di sumur yang belum diketahui pemiliknya hingga kini tersebut. Selang beberapa saat sekitar pukul 01.30 WIB terjadilah ledakan yang menimbulkan kebakaran.
Kronologi awal tersebut didapatkan dari keterangan salah seorang warga di Gampong pasi Putih. Penyebab pasti ledakan itu hingga kini belum diketahui.
Petugas masih mengumpulkan data tentang pemilik sumur maupun sejumlah orang yang datang untuk menampung tumpahan minyak tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur beserta tim saat ini berada di lokasi kebakaran itu guna memantau langsung penanganan.
"Sampai saat ini api belum padam. Namun, BPBD dan Pertamina akan menerapkan teknologi khusus untuk memadamkan api." tulis keterangan resmi tersebut. (RO/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved