Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Stok Daging Sapi Lampung Jelang Lebaran Dipastikan Aman

Eva Pardiana
18/4/2018 19:55
Stok Daging Sapi Lampung Jelang Lebaran Dipastikan Aman
(ANTARA)

STOK daging sapi menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri di Provinsi Lampung dipastikan aman. Pengusaha Sapi Potong (Feedlot) Provinsi Lampung menjamin ketersediaan suplai daging sapi, maupun stabilitas harganya.

"Kami pastikan hingga saat ini untuk kebutuhan Lampung aman," ujar Ketua Forum Feedlot Lampung Didiek Purawanto dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Barang Kebutuhan Pokok Jelang Puasa dan Lebaran 2018/1439 H bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahya Widayanti di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Rabu (18/4).

Didiek menyebut ketersediaan daging sapi di Lampung saat ini sebanyak 59.134 ekor atau setara dengan 9,5ribu ton daging sapi. Sementara kebutuhan konsumsi Lampung hanya 50-60% dari jumlah tersebut. Sehingga Lampung masing sanggup menyuplai kebutuhan daerah lain, yaitu Jabodetabek, Padang, Palembang, dan Medan.

Begitu juga dengan harga. Didiek mengatakan harga daging sapi dari tahun ke tahun cenderung stabil di angka Rp110-120 ribu per kilogram. Menurutnya, lonjakan harga biasanya terjadi di tingkat pedagang yang mencari kesempatan karena tingginya demand (permintaan) jelang Ramadan dan Idul Fitri.

"Dari feedlot harga beberapa tahun terkahir stabil Rp110-120 ribu, ini untuk daging segar. Harus kita pisahkan daging segar dan beku. Daging segar lebih mahal, sementara beku sudah ditetapkan HET Rp80 ribu per kg. Masih ada lagi daging tetelan. Daging ini banyak turunannnya," kata dia.

"Kenapa harga daging segar lebih mahal? Karena harga sapi lokal hidup Rp45 ribu per kg hidup, kalau dikonversi ke daging ketemu harga Rp110-120 ribu per kg. Kalau mau dipaksakan sama dengan harga daging beku, harga sapi lokal hidup harus Rp30 ribu. Siapa yang akan menanggung rugi Rp15 ribu? Karena itu pemerintah memberikan alternatif daging beku yang lebih murah," kata Didiek.

Didiek juga meminta permerintah daerah memberi sosialisasi kepada masyarakat terkait daging yang tersedia di pasar. Jangan sampai ada persepsi harga daging digeneralisir.

"Patokan harga jangan daging saja, daging banyak bagiannya, tidak bisa digeneralisir," katanya.

Lampung saat ini memiliki 12 feedlot yang tersebar di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Semua siap bekerjasama untuk memastikan ketersediaan daging sapi se-Provinsi Lampung.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahya Widayanti menginstruksikan kepada TPID Lampung untuk segera turun ke lapangan melakukan pemantauan harga serta memastikan pasokan dan kestabilan harga.

"Arahan Presiden, harga beras dan daging harus turun sebelum puasa. Semua harus turun langsung melakukan upaya stabiliasi harga.Secara umum kami sudah melakukan langkah koordinasi," kata Thahya.

Kementerian Perdagangan juga meminta Bulog membantu distribusi daging sapi beku tidak hanya melalui retail modern, tapi juga ke pasar tradisional. Selain itu, Menteri Perdagangan memerintahkan Bulog segera menggelontorkan beras medium jika terindikasi kenaikan harga beras medium di pasaran.

Berdasarkan pantauan harga di Pasar Tugu Bandar Lampung, harga kebutuhan pokok masih stabil. Beras medium Rp10.500-11.000 per kg, beras kualitas premium Rp12.150-12.650 per kg, daging ayam ras Rp34.000 per kg, daging sapi segar Rp110.000-120.000 ribu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya