Rabu 18 Maret 2015, 00:00 WIB

Gunung Slamet masih Menunjukkan Aktivitas Gempa

LD/AD/YK/RS/N-1 | Nusantara
Gunung Slamet masih Menunjukkan Aktivitas Gempa

ANTARA/OKY LUKMANSYAH

 
AKTIVITAS gempa hembusan Gunung Slamet yang berbatasan dengan Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal, Jawa Tengah, masih tinggi.

Selain gempa hembusan, Gunung Slamet mengeluarkan asap putih dengan ketinggian hingga 500 meter.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet Sudrajat mengatakan aktivitas itu berlangsung sejak pertengahan Februari lalu.

"Meski demikian, status Gunung Slamet masih tetap waspada. Belum ada peningkatan status karena aktivitas kegempaan masih normal dalam status waspada," kata Sudrajat, kemarin.

Menurutnya, dengan status waspada tersebut, zona larangan tetap pada radius 2 kilometer (km) dari puncak.

"Selama 24 jam terakhir, tercatat 963 kali gempa hembusan dan asap putih dengan ketinggian 100-500 meter," ujarnya.

Pada pekan lalu, sempat terdengar suara dentuman cukup keras pada Jumat (13/3) pukul 10.30 WIB.

Namun, dalam beberapa hari terakhir tidak terdengar lagi suara dentuman seperti yang terjadi pekan lalu.

Di sisi lain, jembatan di Kampung Nangorak, RT 09 RW 12, Desa Margalaksana, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, belum pernah diperbaiki.

Kini masyarakat yang berada di kampung tersebut tidak bisa mengantarkan anak berangkat ke sekolah.

"Kami sudah satu bulan tidak bisa mengantarkan kedua anak berangkat ke sekolah pascajembatan gantung penghubung kampung mengalami putus dan banyak warga harus menyeberangi sungai dengan cara turun ke aliran sungai tersebut," ujar Rosita, 32, warga setempat.

Di Jawa Timur, pihak Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mulai memperbaiki secara darurat sejumlah jembatan yang ambruk dan tanggul longsor akibat bencana alam di wilayah mereka.

"Ya, semua sedang kita tangani secara darurat," ungkap Kepala Pelaksana Kantor BPBD Kabupaten Bojonegoro Andik Sudjarwo, kemarin.

Menurut dia, sejumlah jembatan yang sedang dalam perbaikan darurat rusak akibat diterjang banjir bandang.

Itu, di antaranya, jembatan di Desa Ngunut, Kecamatan Kepohbaru, dan tiga jembatan di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo.

Di Bali, pihak BMKG Wilayah III Denpasar memprediksi angin kencang ataupun angin puting beliung masih berpotensi terjadi.

Untuk itu, warga diminta tetap waspada.

Baca Juga

Ilustrasi

DIY Siapkan Rp22,6 miliar untuk 392 Kelurahan

👤Ardi T 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 21:00 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yohyakarta (DIY) siapkan Dana Keistimewaan atau Danais Rp 22.6 miliar yang akan dialokasikan untuk 392 kelurahan...
MI/Ruta Suryana

Gratis, 1000 Nasi Bungkus per Hari di Kota Denpasar

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 20:38 WIB
"Karena ada PPKM level 4 dan kasyarakat sangat membutuhkan bantuan maka kami aktifkan lagi dapur umum ini," kata Wali Kota, Jaya...
ANTARA

Rumah Sehat di Surabaya Dimanfaatkan buat Isoman

👤Faishol Taselan 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 14:52 WIB
saat ini setidaknya ada 6 rumah sehat yang sudah mulai dimanfaatkan oleh warga. Salah satunya berada di SDN Tambaksari III dan SMPN 29...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya