Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Banjarnegara Diguncang Gempa 4,4 SR, Satu Tewas

Liliek Dharmawan
18/4/2018 17:49
Banjarnegara Diguncang Gempa 4,4 SR, Satu Tewas
Rumah rusak akibat gempa dengan kekuatan 4,4 Skala Ricter (SR) mengguncang wilayah pegunungan di utara Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (18/4) siang.(Pusat Data Informasi dan Humas BNPB)

GEMPA dengan kekuatan 4,4 Skala Ricter (SR) mengguncang wilayah pegunungan di utara Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) Rabu (18/4) siang. Akibatnya, seorang warga tewas akibat tertimbun reruntuhan dan sejumlah rumah dan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan parah.

"Ada satu korban tewas akibat tertimpa reruntuhan setelah terjadinya gempa. Selain korban tewas, juga ada puluhan warga yang mengalami luka-luka. Jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah," ungkap Kepala Puskesmas Kalibening Ristiyono.

Hingga sore ini tercatat 23 korban mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya dirawat di Puskesmas Kalibening, Banjarnegara dan tiga lainnya dirujuk.

Sejumlah rumah dan sekolah pun mengalami kerusakan karena gempa tersebut. Satu rumah roboh di Desa Kertosari, Kalibening, sedangkan sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah adalah SMK Negeri 2 Kalibening. Ada ruangan atau tembok yang roboh, dan pada umumnya plafon dan genting ambrol.

Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rahman mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait dengan kerusakan dan jumlah korban secara pasti.

Secara terpisah, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoaji mengungkapkan bahwa gempa tersebut memiliki kekuatan 4,4 SR dengan kedalaman 10 km pada jam 13.28 WIB. Sedangkan episentrumnya terletak di 7,22 LS dan 109,66 BT atau sekitar 19 km arah tenggara Kabupaten Pekalongan atau 52 km arah utara Kota Kebumen.

"Gempa tersebut memang dirasakan cukup keras, karena gempa dangkal dengan kedalamnnya 10 km. Gempa berasal dari sesar lokal daratan," ujarnya.

Rilis yang diterima Media Indonesia dari Stasiun GeofisikaYogyakarta menyebutkan bahwa peta tingkat guncangan menunjukkan kalau guncangan pada I skala intensitas gempa bumi (SIG) BMKG atau II MMI di wilayah Banjarnegara.

"Jika ditindau dari lokasi pusat gempa, gempa bumi tersebut berada di darat akibat aktivitas patahan lokal. Dari hasil analisa yang dibuat, tidak tercatat adanya gempa bumi susulan," ungkap Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta dalam rilis tertulis tersebut. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya