Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Dituntut Rampung Sebelum Mudik, Alat Perbaikan Sudah Tiba di Jembatan Cincin Lama

Andhika prasetyo
18/4/2018 14:46
Dituntut Rampung Sebelum Mudik, Alat Perbaikan Sudah Tiba di Jembatan Cincin Lama
(Ist)

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono mengungkapkan pihaknya telah mengirim berbagai peralatan beserta kerangka baja untuk memperbaiki Jembatan Cincin Lama yang ambruk pada Selasa (18/4). Perbaikan jembatan itu diharapkan dapat rampung sebelum arus mudik dimulai.

Gerak cepat harus dilakukan mengingat jembatan yang menghubungkan Lamongan dan Tuban itu merupakan bagian dari Jalan Nasional yang selalu dijadikan pilihan utama bagi para pemudik yang hendak menuju wilayah timur Pulau Jawa.

“Hari ini kami sudah kirim peralatan. Kami harap fondasinya tidak rusak. Mudah-mudahan sudah bisa dilewati dalam 40 hari,” ujar Basuki di kantornya, Jakarta, Rabu (18/4).

Berdasarkan penilaian awal, diperkirakan kerusakan hanya terjadi pada struktur bentang jembatan saja sehingga proses perbaikan akan difokuskan pada bagian tersebut. “Bentang itu sekitar 50 meter. Kami sudah mulai kirim hari ini dari Citeureup, (Jawa Barat),” paparnya.

Namun, sebelum melakukan perbaikan, Kementerian PU-Pera masih harus menunggu hasil rekomendasi dari temuan di lapangan oleh para anggota Komite Keselamatan Konstruksi (KKK).

“Kami masih menunggu hasil rekomendasi. Untuk teknis jembatan, kami kirim anggota KKK. Untuk persoalan dugaan overloading, kami serahkan kepada kepolisian,” ujar Basuki di kantornya, Rabu (18/4).

Berdasarkan dugaan awal, Jembatan Cincin Lama ambruk karena truk-truk tronton yang menyeberang memiliki beban di luar kapasitas semestinya pada saat bersamaan. “Itu dengan kasat mata saja sudah terlihat,” ucap Basuki.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PU-Pera Danis Sumadilaga mengatakan, masih berdasarkan penilaian awal, ketiga truk tersebut berhenti di tengah jembatan dan mengakibatkan beban semakin berat.

“Kalau bebannya dinamis tidak masalah karena itu tidak menekan. Selama ini tidak masalah. Kalau kemarin itu berhenti di tengah, tiga truk. Itu yang menyebabkan beban statis,” terang Danis.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya