Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA gunungan getuk mengiasi kirab budaya pada perayaan hari jadi Kota Magelang. Satu gunungan getuk lanang yang tinggi menjulang. Satunya lagi, berjenis getuk wadon. Itulah perlambang kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Kota Magelang. Arak-arakan itu dikenal sebagai Grebeg getuk.
"Grebeg getuk kali ini dalam peringatan Hari Jadi ke 1.112 Magelang. Kami bercita-cita ingin memajukan Magelang menjadi lebih maju, rakyatnya sejahtera, dan kotanya sangat nyaman untuk ditempati. Nyaman dalam arti luas, enak dan aman untuk mencari penghasilan dan penghidupan," kata kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (15/4).
Gunungan getuk itu tadinya ditempatkan di Masjid Agung Kota Magelang sebelum dibawa ke alun-alun. Pemerintah Kota Magelang menyiapkan 200 kilogram getuk untuk membuat dua gunungan itu. Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kota Magelang yang turun tangan dalam pembuatannya. Selain dua jenis gunungan mekanan khas itu, kirab itu juga menampilkan 17 gunungan palawija dari masing-masing kelurahan.
Warga Kota Magelang yang tercatat ada 130.696 jiwa, akan memperebutkan gunungan-gunungan itu. "Pada puncak acara grebeg, baik gunungan getuk maupun gunungan hasil bumi
diperebutkan," tutur Ketua Seksi Grebeg Getuk Kota Magelang Joko Budiyono.
Setiap tahun, Grebeg Getuk digelar. Dalam rangkaian acaranya, dilakukan prosesi budaya, yakni fragmen serat kekancingan tanah perdikan di Mantiasih, dilanjutkan kirab prajurit Mantiasih ke depan PDAM Kota Magelang.
Di lokasi lokasi tersebut, katanya dilakukan serah terima "serat kekancingan" dan dilanjutkan kirab kereta kencana dan gunungan palawija dari 17 kelurahan menuju alun-alun dilanjutkan upacara peringatan hari jadi kota tersebut.
Setelah upacara selesai, pentas seni pun digelar. Pentas itu berupa fragmen Sendratari Mantiasih. Joko menyebut dalam prosesi budaya ini melibatkan 700 seniman Magelang dan sekitarnya.
"Grebeg Getuk sampai sekarang telah menjadi ikon Kota Magelang saat perayaan hari jadi," kata Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang Condro Bawono. Hari jadi ke-1.107 Kota Magelang jatuh pada Kamis (11/4). Penentuan itu berdasarkan penelusuran terhadap tiga prasasti di atas lempengan tembaga, yakni Prasasti Mantyasih, Poh, dan Gilikan.
Ia mengatakan dua gunungan getuk khas Magelang yang masing-masing seberat 150 kilogram akan diusung oleh 25 anggota komunitas Kartiko Budoyo Kota Magelang. Untuk tata artistik gunungan getuk, anggota Komunitas Malanggati Kota Magelang yang bertanggung jawab.
Selain itu masih ada 60 anggota kesenian kuda lumping berasal dari enam sanggar kesenian tradisional di kota itu bakal mengiring prosesi Grebeg Getuk. Mereka ialah kelompok Cahyo Turonggo dari Kampung Dumpoh, Turonggo Kencono Mudho dari Nambangan Wetan, Turonggo Putra Rama dari Bogeman, Turonggo Sakti Mudho dari Baben, Turonggo Saputro dari Nambangan Kulon, dan Wahyu Satrio Mudho dari Ngentak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved