Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA asal Kabupaten Bandung Barat menjadi korban penipuan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja LuarNegeri (BLKLN) Restu Putri Indonesia di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Hal itu terungkap setelah petugas Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan Badan Reserse (Bareskrim) Polri menggerebek BLKLN tersebut pada Kamis (18/1).
Penggrebekan dilakukan setelah adanya laporan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bandung Barat tentang adanya rencana pengiriman TKI ilegal ke Timur Tengah.
Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat, Sutrisno membenarkan hal tersebut. Kata dia, para korban sebelumnya diimingi-imingi bekerja ke luar negeri tanpa mengikuti tes supaya bisa segera diberangkatkan.
"Jadi modusnya, korban dijerat dulu dengan uang Rp 10 juta, setelah itu diintimidasi sponsor agar berangkat kerja ke Timur Tengah," ungkap Sutrisno, Jumat (19/1).
Pengungkapan pengiriman TKI ilegal, dikatakan Sutrisno, berawal dari laporan Hermawan, salah satu suami korban. Berdasarkan laporan masyarakat, ada sekitar 8 orang korban asal Bandung Barat yang semuanya erempuan dari Kecamatan Saguling.
"Saya sudah mewanti-wanti warga Saguling jangan ada lagi yang berangkat, distop pengiriman TKI dengan dalih apapun. Para korban ini diberangkatkan oleh sponsor, tapi sponsornya tidak tahu dari mana, kami tunggu, ini sudah masuk usaha percobaan perdagangan manusia atau trafficking," ujarnya.
Setelah mendapat laporan keluarga korban, Sutrisno segera mengambil tindakan dengan langsung menghubungi Dirjen Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN) RI. Kemudian tim satgas TKI Kemenaker mendatangi alamat penampungan TKI ilegal yang sudah dikirimkan pihak Disnakertrans Bandung Barat.
"Waktu dicek, memang benar ada. Setelah beres proses, 88 orang korban ini dievakuasi. Saya minta Dirjen langsung merespons karena informasi awal akan ada pengiriman TKI ilegal ke Timur Tengah. Sekarang, calon TKI yang berasal dari berbagai daerah ini sudah dititipkan di rumah aman Kementerian Sosial. Dari 88 orang ini, kami masih merinci berapa orang yang berasal dari Bandung Barat," tuturnya.
Menurut dia, dugaan kuat pihak sponsor akan melakukan trafficking, sebab berdasarkan Keputusan Menteri No. 1 Tahun 2015 bahwa pemerintah sudah menutup pengiriman TKI sektor informal ke Timur Tengah. Apalagi, para korban juga diberikan uang muka Rp 10 juta supaya mau berangkat.
"Ini kasus trafficking, bagaimana menjerat orang dengan dikasih uang lalu diberdaya supaya dia mau berangkat ke luar negeri. Makanya saat ada pengaduan ke sini, kami terangkan bahwa pengiriman TKI ke Timur Tengah itu sudah ditutup. Kami bersyukur warga Bandung Barat masih sempat diselamatkan karena akan lebih sulit kalau baru diurus nanti setelah mereka di luar negeri," pungkasnya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved