Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Tim Mabes TNI Tiba di Asmat

Marcelinus Kelen
16/1/2018 16:17
Tim Mabes TNI Tiba di Asmat
(MI/Marcelinus Kelen)

TIM dari Markas Besar TNI tiba di Share, ibukota kabupaten Asmat, Papua, Selasa (16/1). Transit dengan menumpang pesawat di bandara Mozes Kilanging, Mimika, tim Mabes TNI langsung diberangkatkan bersama dengan 30 personel lainnya dari Kodam XVII/Cenderawasih.

Tim yang berjumlah 53 orang dengan ditambah tim Kodam Cenderawasih, menuju Kabupaten Asmat guna menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten di daerah Selatan Papua itu.

Personil dari TNI itu juga dilengkapi peralatan medis dan obat-obatan serta bahan makanan tambahan.

Komandan Korem (Danrem) 174/ATW, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan selaku Dansatgas penanggulangan KLB Kesehatan di Asmat mengatakan operasi tersebut akan berlangsung selama sebulan dalam tiga tahap sesuai dengan perintah Presiden RI.

"Tiba di Agats kita langsung laksanakan operasi. Anggota Satgas akan disebar di seluruh distrik. Pemkab dan Kodim sudah siapkan speedboat, Heli kita standby-kan juga di sana untuk mendukung operasi ini," kata Asep kepada wartawan di Bandara Mozes Kilangin.

Data total 37 anggota Satgas Kesehatan TNI yang berangkat ke Agats, termasuk Danrem yang turun langsung memimpin operasi. Dari jumlah tersebut 18 orang diantaranya adalah dokter spesialis dari Puskes TNI, Puskes TNI AD, Dinas Kesahatan TNI AU dan TNI AL. Karena penerbangan terbatas, perlengkapan lain akan dikirim lewat jalur laut.

Tim Polda Papua

Di hari yang sama, sekitar pukul 08.00 WIT, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH memimpin pelepasan personel Polda Papua yang masuk dalam Satgas Kemanusian di Kabupaten Asmat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Papua Kombes Pol Drs. Jacobus Marzuki, para pejabat utama Polda Papua, pengurus Bhayangkari Daerah Papua, personel Mapolda Papua, perwakilan dari Pemerintah Daerah serta perwakilan dari BRI Cabang Jayapura, Bank Mandiri, Bank Papua dan Instansi terkait.

Kapolda Papua dalam sambutannya mengatakan, sesuai hasil rapat yang dilaksanakan pada hari Senin (15/1), maka Satgas Kemanuasian gabungan dari Polri, TNI, Kementrian Sosial, tim kesehatan dari TNI, Polri serta Pemerintah Daerah kurang lebih 30 orang, yang akan diberangkatkan ke Kabupaten Asmat melalui Kabupaten Mimika.

"Tim ini dan akan bergabung dengan tim kesehatan maupun instansi terkait dari Kabuputen Asmat, ada beberapa tim satgas yang telah diberangkatkan kemarin dan untuk hari ini akan diberangkatkan kembali dan bergabung dengan tim satgas yang stand by di Kabupaten Mimika yang akan bersama-sama ke beberapa distrik tersebut," paparnya.

Kami akan siapkan beberapa kapal dari Direktorat Polair Polda Papua dan Satuan Polair Polres Mimika serta beberapa kapal dari swasta untuk membawa para satgas tersebut. Tim satgas ini untuk memberikan pengobatan dan pemberian makanan tambahan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ada beberapa Distrik yang mengalami gizi buruk dan campak, tim yang akan dikirim ke daerah tersebut akan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat melayani semua warga masyarakat disana," sambung Boy Rafli.

Tim yang diberangkatkan akan membawa peralatan medis dan makanan, terutama untuk balita, obat obatan, makanan tambahan, dan susu, termasuk melakukan imunisasi kepada anak anak balita yang menjadi prioritas pelayanan.

Para tenaga medis, logistic serta beberapa instansi terkait yang dikirimkan akan ditempatkan di kampung-kampung yang menurut informasi terdapat warga masyarakat yang menderita kasus campak dan gizi buruk, yakni Distrik Pulau Tiga di Kampung Nakai, Kampung Ao, Kampung kapi, Kampung As, dan Kampung Atat. Kemudian di Distrik Jesty dan Distrik Sirets ada ratusan anak yang terserang penyakit gizi buruk dan campak.

Tim satgas ini akan ditempatkan selama 1 bulan, untuk selanjutnya secara bertahap tetap kami akan lakukan koordinasi dengan isntansi terkait dan akan melihat mana yang akan diprioritaskan untuk bulan berikutnya.

"Kami akan bekerja sama dengan instansi terkait termasuk TNI yang berada di daerah tersebut, sehingga pelayanan yang akan diberikan lebih maksimal terhadap para warga yang membutuhkan. Karena ini adalah satgas kemanusian sehingga untuk kegiatan yang akan dilaksanakan secara terpadu sesuai tugas dan fungsi masing-masing," ujar Kapolda.

Selain itu, dalam kegiatan ini Kapolda Papua memberikan secara simbolis sumbangan berupa bahan makanan dan obat-obatan serta peralatan kesehatan kepada tim satgas yang merupakan sumbangan dari Pengurus Bhayangkari, Bank BRI Jayapura, Bank Papua, Bank Mandiri, kemetrian Sosial dan Pemerintah Daerah yang akan diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Sebelumnya pada Senin malam, Bupati Asmat Elisa Kambu mengakui bahwa tim kesehatan gabungan akan tiba di Agats.

"Tim medis pertama yang akan datang ke Agats, Asmat untuk bersama-sama dengan tim kesehatan Pemda untuk melakukan tindakan, baik kepada pasien bayi dan balita dengan memberikan vaksin campak serta penanganan terhadap bayi busung lapar," bilang Elisa Kambuh.

Sementara dari data Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat yang diterima Media Indonesia menyebut, setelah tim terpadu melakukan monitoring pada Minggu (14/1), sebanyak 61 anak meninggal dunia akibat terserang campak dan menderita gizi buruk selama empat bulan terakhir di sejumlah distrik di Kabupaten Asmat. Dari 61 Balita yag meninggal, 59 kasus terjadi di tiga distrik yakni Fayit, Aswi dan Pulau Tiga.

Di Distrik Fayit dan Aswi tim menemukan 22 anak balita yang meninggal dunia. Sementara di Pulau Tiga, ada 37 kasus kematian anak yang tersebar di Kampung Kappi, Kampung Nakai, Kampung As dan Kampung Atat. Sementara dua anak Balita lainnya meninggal dunia di RSUD Agats. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya