Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kembalikan Kejayaan Cendana di NTT, Ribuan Bibit Ditanam

Alecxander P. Taum
06/1/2018 16:04
Kembalikan Kejayaan Cendana di NTT, Ribuan Bibit Ditanam
(MI/ALEXANDER TAUM)

ADA 2.500 bibit pohon cendana berhasil ditanam warga di Paroki Kristus Raja Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Sabtu (6/1). Aksi tanam ribuan pohon cendana itu menjadi wujud kepedulian gereja setempat pada lingkungan serta mengembalikan kejayaan komoditas Cendana di NTT.

Bekerja sama dengan berbagai pihak, warga setempat melakukan aksi tanam 2500 bibit cendana. Lebih dari 100 orang dari berbagai unsur terlibat.

Aksi tanam pohon sebagai gerakan mengembalikan kejayaan cendana ini melibatkan unsur Orang Muda Katolik (OMK), 29 orang Frater penghuni wisma Arnoldus Jansen-Ledalero yang sedang melakukan kegiatan life in di Paroki Kristus Raja Wangatoa, Umat Basis dan belasan anggota Tim Tagana Lembata.

Sebanyak 200 bibit cendana ditanam di lokasi pekuburan umum Lingkungan Wangatoa, 20 bibit ditanam di halaman gereja. Sisanya disebar ke sekolah yang berada dalam paroki Kristus Raja Wangatoa, juga ke rumah umat basis.

Pastor Paroki Kristua Raja, Romo Wens Herin dan para pengurus lingkungan terlibat dalam aksi tanam pohon ini. Bibit cendana tersebut merupakan sumbangan dari Dinas Kehutanan Lembata.

Menurut Romo Wens aksi tanam 2500 bibit pohon cendana, merupakan wujud kepedulian gereja terhadap lingkungan hidup.

"Gereja tidak saja hanya mengimbau, tetapi harus terlibat bersama umat untuk tanam dan melestarikan alam. Selain menjadi program paroki, aksi menanam pohon juga menjadi bagian dari aksi tahun ekologi."

Sisa anakan yang belum ditanam, rencananya besok, Minggu (7/1) akan disebar ke rumah umat basis dan sekolah. Romo Wens mengimbau agar umat berupaya untuk rawat agar tanaman cendana ini bisa hidup dan bermanfaat.

Di tengah kesibukannya menanam anakan cendana, Pastor Wens tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada umat paroki kristus raja, para pengurus lingkungan dan KBG, Tim Tagana Lembata, Dinas Kehutanan juga semua pihakyang terlibat dan mendukung aksi tanam pohon.

Sementara itu ketua rombongan Frater Ledalero, Ronan Limaheken, di sela kesibukan menanam pohon mengatakan, kegiatan tanam pohon yang melibatkan orang muda katolik juga umat basis, adalah hal positif dan harus terus digalakan.

Mewakili 29 orang rekannya, calon Imam dari Tarekat SVD itu bangga bisa terlibat dalam upaya menjaga dan lestarikan lingkungan. Baginya, bibit cendana adalah simbol dari harapan dan cita cita generasi muda Lembata.

"Tanam pohon ini tidak masuk dalam agenda life in. Jadi kami bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini. Ini hal postif dan anak muda harus terus didorong untuk tanam dan tanam sebagai aksi nyata atau wujud dari kepedulian terhadap lingkungan," ujar Lamaheken.

Hingga saat ini, warga di NTT terus menanam cendana. Gubernur NTT dalam setiap kesempatan kunjungannya selalu mengampanyekan tanam cendana guna mengembalikan kejayaan cendana yang punah akibat digerus penjajah Portugis dan Belanda puluhan abad silam.(OL-3).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya