Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Toraja Hadirkan Pohon Natal Tertinggi Di Indonesia

MICOM
28/12/2017 10:56
Toraja Hadirkan Pohon Natal Tertinggi Di Indonesia
(Dok. Pemprov Sulsel)

POHON Natal setinggi 45 meter dari bambu menghiasi lokasi pusat kegiatan Lovely December 2017 in Toraja di Lapangan Bakti Rantepao, Toraja Utara, Rabu (26/12) malam.

Pohon Natal ini menyala pada pukul 21:52 WITA setelah Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Toraja Utara Nico Demusbiringkanae dan Kepala Dinas Kehutanan Sulsel Muhammad Tamzil menekan tombol secara bersamaan untuk menyalakan lampu pohon.

Pohon Natal dari bambu ini resmi meraih predikat gelar pohon Natal tertinggi dari bambu oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pohon ini disusun dari ratusan batang bambu yang disuplai dari setiap kecamatan yang ada di Tator. Tinggi pohon mencapai hingga 45 meter.

Penyerahan Rekor MURI diserahkan kepada Gubernur Syahrul sebagai pegagas Lovely Desember, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Tamzil sebagai pelaksana dan Bupati Toraja Utara Nico Demusbiringkanae sebagai penyelenggara dari Senior Manager MURI Yusuf Ngadri pada acara perayaan Natal Oikumene di tempat yang sama.

"Izinkan kami mencatatkan dalam MURI sebagai pohon Natal bambu tertinggi di Indonesia, semoga pohon ini menjadi representasi menerangi hati masyarakat Toraja," kata Yusuf.

Pohon ini memecahkan rekor sebelumnya, pohon Natal yang dibuat oleh Central Park Jakarta pada 2009 dengan tinggi 30,3 meter.

Gubernur Syahrul mengatakan bahwa rekor ini merupakan bukti bahwa kreasi masyarakat lebih baik. "Ini posisi tertinggi di Indonesia. Bukti kreasi yang lebih baik dan mau berprestasi. Ini harus kita support," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Tamzil mengatakan setelah rampung, tim MURI langsung melakukan pengukuran.

"Untuk pohon Natal ini, bambu yang digunakan 787 batang, menggunakan lampu hias 54 ribu buah dan tali nilon 20 ribu meter untuk mengikat bambu, 800 meter kawat baja, " sebut Tamzil.

Dia menambahkan konstruksi pohon tidak menggunakan paku. Yang digunakan hanya tali sebagai pengikat. Tali tersebut jadikan sebagai penyangga dari setiap sudut.

Di siang hari pohon ini tidak begitu tampak mencolok, namun di malam hari tampak begitu indah dan megah, sejumlah warga juga swafoto atau groupie di depan pohon.

Pohon ini hadir atas gagasan Gubernur Syahrul yang menginginkan hadirnya sebuah ikon pada pelaksanaan Lovely Desember.(RO/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya