Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Polres Sukabumi Kota Ancam Tembak di Tempat Genk Motor

Benny Bastiandy
25/12/2017 14:23
Polres Sukabumi Kota Ancam Tembak di Tempat Genk Motor
(MI/BENNY BASTIANDY)

JAJARAN Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat, tak segan menembak di tempat genk motor maupu pelaku kriminal yang mengancam keselamatan aparat penegak hukummaupun masyarakat. Penegasan itu menyusul digagalkannya aksi kekerasan yangdilakukan 41 orang anggota genk motor pada Minggu (24/12) dinihari diKecamatan Citamiang.

"Saya pikir kita prosedural. Kalau memang mereka (genk motor atau pelaku kriminal) mengancam jiwa dan keselamatan petugas dan masyarakat, tanpa diinstruksikan pun kita akan tembak di tempat," tegas Kapolres Sukabumi Kota AKB Susatyo Purnomo saat menggelar konferensi pers penangkapan 41 anggota genk motor di Posko Pengamanan Terpadu Operasi Lilin Lodaya 2017, Minggu (24/12).

Susatyo menyebutkan ke-41 anggota genk motor itu diamankan di sekitar Kecamatan Citamiang. Mereka membawa belasan jenis senjata tajam. Sebanyak 10 orang di antara mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti membawa senjata tajam.

"Kami masih lakukan pemeriksaan intensif. Mereka juga membawa berbagai logo atau simbol Brigez (salah satu genk motor). Sepuluh anggota yang kami tetapkan sebagai tersangka sudah dilakukan penahanan. Kami ancam dengan undang-undang darurat. Ancaman hukumannya di atas 10 tahun," kata dia.

Pengungkapan upaya aksi kekerasan genk motor itu, lanjut Susatyo, membuktikan bahwa aparat kepolisian dan TNI serius menghadapi aksi-aksi kekerasan yang berdampak meresahkan masyarakat menjelang perayaan pergantian tahun. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri untuk memberikan ancaman hukuman maksimal. Kami berharap akan ada efek jera bagi para pelaku (kriminal) lainnya. Sehingga ke depan masyarakat bisa hidup nyaman," bebernya.

Susatyo menyebutkan hasil pemeriksaan, para berandalan bermotor itu rutin berkumpul setiap akhir pekan. Mereka sengaja melengkapi diri dengan senjata tajam karena memang berniat menyerang genk motor lain. "Selain anggota genk motor Brigez, kami juga menahan dua tersangka lainnya dari anggota genk motor GBR. Bagi mereka, kami akan menanganinya secara serius," ujarnya.

Menurut Susatyo, penegakan hukum tidak memandang mereka kelompok atau perorangan. Penegakan hukum berlaku bagi siapa saja yang berupaya mengganggu keamanan dan ketertiban. "Kita akan tindak tegas setiap aksi kekerasan baik oleh kelompok maupun perorangan," kata Susatyo.

Langkah-langkah persuasif maupun preemtif tetap kami lakukan dengan cara pembinaan. Karena itu, polisi juga menggandeng jajaran pemerintahan daerah seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun perangkat daerah lainnya.

"Kami akan tekan secara berkesinambungan. Kami akan terus aktifkan berbagai kegiatan seperti razia atau hunting bagi kelompok-kelompok yang sering berkumpul. Kami juga mengingatkan orang tua maupun tokoh masyarakat dan tokoh agama agar ikut berpartisipasi menangani masalah sosial ini," tandasnya.

Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengaku prihatin dengan fenomena sosial yang saat ini terjadi di Kota Sukabumi. Apalagi rata-rata dari 41 anggota genk motor yang ditangkap jajaran Polres Sukabumi Kota masih berusia belia.

"Luar biasa prihatin. Apalagi melihat data, rata-rata mereka itu kelahiran 1995. Masih remaja," kata Fahmi.

Fahmi bersyukur, berkat kompaknya jajaran muspida di Kota Sukabumi, berbagai aksi kekerasan yang dilakukan remaja bisa ditanggulangi. Hal itu membuktikan seriusnya penanganan genk motor di wilayah tersebut.

Ia pun mengaku pembinaan terhadap mereka harus dibarengi juga dengan penindakan hukum. "Secara hukum iya, secara pembinaan juga iya. Kita juga akan evaluasi lagi deklarasi pembubaran genk motor yang dulu sempat dilakukan di Polres Sukabumi Kota. Kita akan lihat motif dan alasan mereka ikut lagi atau malah merekrut anggota baru. Nanti aparat keamanan yang menindak selanjutnya," pungkas Fahmi. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya