Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MITIGASI bencana di wilayah Indonesia timur cenderung lebih lambat dibandingkan dengan Indonesia bagian barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pada saat bencana alam terjadi seperti gempa, selalu terjadi kerusakan karena mitigasi bencana minim.
Menurutnya bangunan-bangunan yang dibangun serta tata ruang belum mempertimbangkan ancaman gempa. Itu, ujar Sutopo, yang sering kali menyebabkan korban jiwa dan kerugian.
Di Indonesia, sambungnya, hampir setiap tahun terjadi gempa. Tidak terkecuali di wilayah Indonesia bagian timur. Terkait penanganan dan mitigasi bencana misalnya tsunami, diakui Sutopo untuk wilayah Indonesia Timur cenderung lambat.
"Infrastruktur untuk mitigasi tsunami masih sangat minim. Jaringan seismograf, sirine juga sangat minim,' ujar Sutopo saat konferensi pers penanganan Gempa 6,7 SR yang mengguncang selatan Jawa di Graha BNPB, Sabtu (16/12).
Selain infrastruktur, Sutopo mengatakan sumber daya manusia di wilayah Indonesia timur juga terbatas. Oleh karena itu, BNPB meminta agar Indonesia memberikan perhatian yang besar untuk melakukan riset-riset kegempaan dan tsunami di Indonesia bagian Timur.
"Baik peningkatan mitigasi maupun kapasitas aparat pemerintah daerah setempat dan masyarakat yang perlu ditingkatkan," pungkasnya.
Dia menyampaikan Indonesia rawan terjadi gempa kecuali Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sebab, banyak wilayah Indonesia berada di zona subduksi atau pertemuan lempeng yang setiap tahunnya mengalami pergeseran. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved