Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Gempa Tasikmalaya Rusak Satu Rumah di Cianjur

Benny Bastiandy
16/12/2017 11:05
Gempa Tasikmalaya Rusak Satu Rumah di Cianjur
(Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12)---ANTARA/Adeng Bustomi)

SEBUAH rumah warga di Kampung Kolebers Desa/Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rusak akibat gempa berkekuatan 6,7 skala richter di 43 kilometer Barat Daya Tasikmalaya, Jumat (15/12) sekitar pukul 23.47 WIB. Hasil pendataan sementara, tidak ada korban luka maupun jiwa akibat kejadian itu.

"Rumah yang rusak akibat dampak gempa Tasikmalaya diketahui milik Cucun. Tembok samping bangunan rumah jebol. Tapi tidak ada korban luka maupun korban jiwa," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai, Sabtu (16/12).

Rifai mengaku terus memantau perkembangan pascagempa Tasikmalaya. Apalagi kemarin pagi sekitar pukul 07.22 WIB terjadi gempa susulan berkekuatan 5,7 skala richter di selatan Jawa.

"Tapi BMKG sudah mencabut lagi status waspada. Tapi tetap kita harus mewaspadai kemungkinan yang terjadi," ucapnya.

Rifai mengatakan saat ini yang jadi fokus pemantauan di Kabupaten Cianjur yakni titik rawan longsor dan pergerakan tanah. Pasalnya, getaran gempa dikhawatirkan akan menimbulkan dampak lagi.

"Kami sudah menyiagakan personel untuk terus memantau perkembangan di lapangan. Sejauh ini baru dari Kecamatan Cikadu saja yang melaporkan terdampak gempa," tuturnya.

Laporan perkembangan di pesisir pantai selatan Cianjur, lanjut Rifai, dalam kondisi normal. Wilayah pesisir pantai selatan Cianjur cukup diwaspadai berpotensi tsunami.

"Semalam kami sudah menginstruksikan camat dan kepala desa agar mengungsikan semantara warganya yang berada di pesisir pantai selatan. Warga juga sudah banyak yang berinisiatif mengungsi sementara ke tempat aman," jelasnya.

Sementara itu warga di pesisir Pantai Jayanti Kecamatan Cidaun sempat panik saat terjadi getaran gempa, Jumat (15/12) malam. Mereka khawatir terjadi tsunami sehingga hampir sebagian besar warga mengungsi ke dataran-dataran tinggi di daerah Pasir Angin.

"Kami sempat menunggu dulu beberapa jam karena khawatir terjadi tsunami," kata Asep Samudra, tokoh pemuda Pantai Jayanti, Sabtu (16/12).

Warga kembali ke masing-masing tempat tinggalnya setelah dipastikan tidak lagi terjadi gempa susulan. Bahkan tak sedikit di antara nelayan yang tetap melaut.

"Mungkin karena kebutuhan, jadi nelayan memaksakan melaut," tukas Asep.

Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Atep Maulana, mengaku sudah menyiagakan anggota dan relawan mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadi saat terjadi gempa berpusat di Tasikmalaya. Sejauh ini PMI belum mendapatkan laporan terjadi kerusakan ataupun korban luka akibat gempa.

"Kami sudah perintahkan ke semua relawan di tiap desa dan kecamatan agar siaga. Termasuk mengimbau masyarakat agar tak panik. Usahakan selalu tenang. Sampai saat ini anggota kami masih siaga dan memantau perkembangan informasi serta laporan di lapangan," kata Atep. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya