Rabu 06 Desember 2017, 12:00 WIB

Khilafah Jadi Materi, Ujian Dibatalkan

Administrator | Nusantara
Khilafah Jadi Materi, Ujian Dibatalkan

ANTARA

 

KANTOR Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan memutuskan untuk menarik seluruh soal ujian sekolah semester ganjil tingkat mandrasah aliah (SMA) mata pelajaran fikih. Dari 40 soal yang diujikan, ada beberapa di antaranya berisi materi tentang khilafah.

"Kami akan segera meminta klarifikasi tim pembuat naskah dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Kami menyesalkan beredarnya soal ujian semester untuk siswa kelas 12 madrasah aliah," ungkap Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Selatan Noor Fahmi, di Banjarmasin, kemarin.

Ia mengakui soal khilafah itu tergolong sensitif dan serius. Karena itu, pihaknya langsung mengambil langkah-langkah tegas.
Sejak kemarin, lanjut dia, pihaknya telah menarik seluruh soal ujian mata pelajaran fikih di sekolah madrasah di seluruh Kalimantan Selatan. Dengan penarikan itu berarti pihaknya membatalkan ujian mata pelajaran yang sama.

"Kami akan menjadwalkan ulang pelaksanaan ujian untuk pelajaran tersebut. Kami akan mengganti soal ujian dengan materi lain," tambah Fahmi. Dia menjanjikan akan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan secara terbuka. Langkah pertama ialah meminta klarifikasi dari tim pembuat soal ujian. Tindakan cepat dilakukan Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Selatan. Hari ini, tim dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran Kalsel akan dimintai klarifikasi.

Di Kalimantan Selatan, ujian semester sekolah madrasah di Kalimantan berlangsung selama satu pekan. Kemarin, ujian memasuki hari kedua.

Di Batang, Jawa Tengah, Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Wuryanto mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap ancaman disintegrasi bangsa pada era kompetisi global. Indonesia yang kaya raya menjadi rebutan banyak bangsa.

"Kita menghadapi serangan dari segala aspek kehidupan. Bangsa Indonesia menjadi sasaran," ungkapnya saat bersilaturahim dengan para santri di Pondok Pesantren Moderen Tazakka. Ia mengatakan hakikat ancaman sudah dirasakan hampir semua komponen. Hanya, masyarakat belum menyadarinya.

Ponpes Tazakka memiliki santri yang berasal dari 21 provinsi di Indonesia. "Keberagaman yang ditunjukkan di Ponpes Tazakka menjadi contoh persatuan bagi bangsa Indonesia," tandas Wuryanto.
Keberagaman diwujudkan masyarakat di Kota Jambi dalam bentuk festival. Dalam rangkaian Karnawal Angsoduo, warga menampilkan corak keberagaman dari seluruh etnik di Indonesia.

Warga bergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan. Mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai etnik. (DY/HT/SL/Ant/N-2)

Baca Juga

Antara

Dari Wagub Jatim, Gus Ipul Turun Kelas jadi Wali Kota

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 26 Februari 2021, 19:25 WIB
WAKIL Gubernur Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul turun kelas menjadi wali kota Pasuruan. Dia bersama 16 kepala daerah lain...
Antara

Aktivitas Erupsi Efusif Merapi Masih Cukup Tinggi

👤Ardi T Hardi 🕔Jumat 26 Februari 2021, 18:10 WIB
BERDASARKAN hasil pengamatan visual dan instrumental disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas...
Antara

Ada 200 ribu Titik PJU akan Diterangi dengan Panel Surya

👤Dede Susianti 🕔Jumat 26 Februari 2021, 17:05 WIB
SEBANYAK 200.000 penerangan jalan umum dengan menggunakan tenaga surya atau PJUTS, akan dipasang secara gratis mulai awal Maret ini di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya