Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga mengkhawatirkan tentang makin menurunnya minat pemuda dalam beragam aktivitas keagamaan. Kondisi ini harus diatasi agar Indonesia tidak menjadi negara sekuler. Salah satu upaya pemerintah ialah dengan menggelar kegiatan Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS).
"Saya tidak jemu-jemu mengingatkan fenomena ini di banyak tempat. Ini problem masa depan yang sangat serius. Jangan sampai Indonesia ke depan menjadi negara sekuler," ungkap Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtak Kemenpora, Esa Sukmawijaya, mewakili Menpora Imam Nahrawi, saat membuka kegiatan GPMKS, Sabtu (2/11), di Masjid Agung Sidoarjo, Jawa Timur.
Esa menjelaskan, kekhawatiran tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik terkait profil pemuda Indonesia, usia 16-30 tahun.
"Pada 2009, tingkat partisipasi keagamaan pemuda mencapai angka sekitar 67%. Masih lumayan. Namun pada 2012 dan 2015, angka itu turun menjadi sekitar 55% dan 51%," urai Esa pada kegiatan yang diikuti lebih dari 1.000 pemuda yang didominasi pelajar Sidoarjo.
Kegiatan GPMKS merupakan rangkaian aktivitas Kirab Pemuda 2017 yang telah menyinggahi 34 provinsi, sejak bendera start dikibarkan dari Miangas dan Rote, akhir September 2017 oleh Menpora.
"Kirab dilakukan para pemuda terseleksi dari setiap provinsi di Indonesia, mendeklarasikan makna kebinekaan dan persatuan bangsa di semua titik singgah setiap provinsi," ujar Faisal Abdullah, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora.
Dalam konteks ini, pemuda peserta inti kirab tentu juga menyaksikan sendiri betapa potensialnya wisata dan keunikan budaya daerah yang dilewati.
"Salah satu mimpi kami Sidoarjo itu ingin menjadi smart city, tetapi tentu tak tercerabut dari jati diri keindonesiaan, gotong royong, dan religius," ungkap Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, saat menyambut peserta Kirab Pemuda.
Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Idham Kholiq, menyoroti kecenderungan menurunnya aktivitas keagamaan pemuda.
"Untuk Sidoarjo, kita ingin membuktikan bahwa suasana keagamaan pemudanya tetap makin aktif dan kompak meski beda agama. Apalagi baru beberapa bulan lalu, Kami telah membentuk Gema atau Generasi Muda FKUB," ujarnya saat menghadiri Deklarasi Kebangsaan pemuda lintas agama di Alun-Alun Sidoarjo pada Sabtu (2/11) malam. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved