Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Bencana Marak Karena Ekonomi Abaikan Lingkungan

Ferdinand
29/11/2017 17:16
Bencana Marak Karena Ekonomi Abaikan Lingkungan
(ANTARA)

PEMBANGUNAN ekonomi yang dilakukan dewasa ini cenderung mengabaikan aspek pelestarian lingkungan. Maka tidak mengherankan jika bencana alam makin kerap melanda.

Pendapat tersebut dikemukakan Ketua Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (MESP-FEB) Universitas Sebelas Maret, Evi Gravitiani di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (29/11).

"Contoh yang paling dekat ialah banjir yang terjadi di Solo dan sekitarnya saat ini. Bagaimana tidak banjir kalau banyak lahan kosong ditanami beton dan lingkungan sungainya rusak," kata dia.

Evi yang ditemui di sela-sela Seminar Membangun Ekonomi Melalui Pelestarian Alam dan Lingkungan itu mengatakan, dampak negatif tersebut bisa ditekan. Asalkan pemerintah daerah mau memasukan faktor lingkungan dalam perencanaan.

Akan tetapi, kesadaran dan komitmen akan kegiatan pembangunan berkelanjutan itu masih rendah. Perencanaan pembangunan selalu berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Pembangunan hanya mengejar pendapatan, tanpa mempedulikan kerusakan lingkungan yang diakibatkannya.

Padahal, dari sisi regulasi hal tersebut telah diatur di dalam undang-undang lingkungan hidup. Tindak lanjutnya ada pada badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda).

Namun, masalahnya sumber daya manusia yang ada belum memiliki kemampuan perencanaan untuk itu. Mereka juga selalu menggunakan alasan klasik tidak adanya anggaran untuk menyusun produk regional domestik hijau.

"Beberapa daerah yang sudah melakukan itu gagal pada tahap implementasi," katanya.

Evi mengakui, isu pembangunan berkelanjutan memang kurang populer jika dilihat dari sudut pandang ekonomi. Tetapi tidak boleh dilupakan bahwa lingkungan yang sehat mencerminkan kesejahteraan.

"Membangun ekonomi melalui pelestarian alam dan lingkungan harus menjadi nafas utama dalam konsep pembangunan berkelanjutan," katanya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya