Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Presiden Luncurkan Program Peremajaan Sawit

28/11/2017 08:40
Presiden Luncurkan Program Peremajaan Sawit
(MI/YENNIZAR)

PRESIDEN Joko Widodo didampingi sejumlah menteri menanam sawit secara simbolis di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara (Sumut), kemarin.

Penanaman secara simbolis itu dilakukan sebagai tanda dimulainya program pemerintah tentang peremajaan sawit rakyat di Sumatra Utara.

Presiden di hadapan para petani kelapa sawit mengatakan sawit merupakan emas hijau bagi Indonesia.

Manfaatnya yang dihasilkan dari sawit sangat besar, mulai bahan baku sabun, minyak goreng, hingga biodiesel.

"Ini akan berdampak terhadap devisa negara," kata Presiden, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengatakan, terkait dengan program tersebut, petani harus memiliki lahan besertifikat.

Untuk itu, pemerintah memberikan kemudahan bagi petani sawit untuk mengurusnya.

Saat ini banyak terjadi sengketa karena rakyat tidak memiliki sertifikat.

Untuk itu, ia meminta Badan Pertanahan Nasional untuk bekerja lebih giat lagi untuk rakyat.

"Jangan sampai rakyat mengurus sertifikat tanah hingga tahunan lamanya. Tahun ini 5 juta sertifikat akan kita berikan kepada rakyat. Tahun depan 7 juta. Hati-hati kalau sudah pegang sertifikat, kalau mau diagunkan harus dihitung kemampuan mengembalikannya. Jangan pinjam untuk beli mobil, gunakan untuk investasi dan modal usaha," pesan Jokowi.

Di Sumut, 210 ribu sertifikat ditargetkan dibagikan kepada petani sawit.
PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk mendukung program peremajaan sawit rakyat (PSR) dan kredit usaha rakyat (KUR) skema khusus peremajaan kebun sawit.

BRI telah menyosialisasikan PSR dan KUR khusus peremajaan kebun sawit di 12 kabupaten, di Sumut, yakni Kabupaten Serdang Bedagai, Langkat, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu, Asahan, Batubara, Simalungun, Labuhan Batu Utara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Deli Serdang, dan Tapanuli Tengah, dengan potensi luas lahan 9.109,29 ha.

"Pembiayaan peremajaan kebun sawit yang difasilitasi BRI untuk melengkapi kekurangan biaya peremajaan per kebun. Sebagian dana yang diberikan bersumber dari hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit sebesar Rp25 juta per ha," ujar Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso. (PS/YN/Try/Tes/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya