Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANGAN wisata kuliner di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terhambat karena mitra warga lokal yang menguasai dan memahami kuliner asli daerah sulit didapatkan.
“Untuk kuliner masih kesulitan cari mitra untuk pengembangan kuliner lokal. Mungkin kita semua perlu menggali lagi,” kata Person In Charge (PIC) Labuan Bajo dari Pokja Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata Shana Fatina di Labuan Bajo, akhir pekan silam.
Padahal, lanjut dia, peningkatan kunjungan juga membutuhkan kuliner yang menarik wisatawan.
Dia berharap pemerintah daerah dan komponen terkait terus menggali potensi kuliner lokal secara intensif agar mampu menyerap pendapatan ekonomi lokal.
Sementara itu, program home stay, diakuinya, belum maksimal karena masih terkendala. “Awalnya ditargetkan 700 unit home stay, ternyata sulit karena ada beberapa kendala. Seperti lahan, SDM, dan modal,” kata Sahna.
Dia menuturkan Manggarai Barat termasuk empat destinasi pariwisata prioritas dan ada tiga gugus yang difokuskan, yakni Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, dan Manggarai, termasuk menata beberapa titik menarik, antara lain Puncak Bukit Cinta dan Puncak Waringin.
Secara terpisah, event Sail Sabang 2017 pada 28 November sampai 5 Desember mulai menggerakkan perekonomian daerah. Sebabnya, jumlah wisatawan yang berkunjung diperkirakan meningkat drastis.
“Sekitar 400-an mobil rental dan angkutan siap melayani wisatawan saat Sail Sabang,” kata Koordinator Pengelola Mobil Rental Sabang Wily, kemarin.
Dia menjelaskan semua mobil akan diberi logo Sail Sabang untuk memudahkan pelayanan. “Kami sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Sabang.” (JL/Ant/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved