Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Warga Diminta Awas Bencana

Heri Susetyo
27/11/2017 10:47
Warga Diminta Awas Bencana
(ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

WAKIL Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta masyarakat selalu mewaspadai ancaman bencana, seperti tanah longsor, banjir, dan angin kencang.

“Masyarakat harus selalu waspada, apalagi saat ini masuk musim hujan yang dikenal rawan longsor atau banjir,” ujarnya di Surabaya, kemarin.

Dia menjelaskan, potensi longsor ada di daerah perbukitan atau pegunungan terlebih jika curah hujan cukup tinggi.

Akan tetapi, menurut Gus Ipul, bencana banjir dan tanah longsor bisa dideteksi sehingga bisa diantisipasi.

“Petugas memiliki alat atau teknologi untuk mendeteksi tanah longsor, begitu juga memantau banjir. Jadi, petugas dan warga tahu jam berapa air datang, tinggi, dan surutnya. Seperti di Sampang.”

Gus Ipul berharap masyarakat menaati apa pun yang diperintahkan petugas jika terjadi tanda-tanda bencana. “Saat ini sudah musim hujan yang biasanya di awal-awal musim harus mendapat perhatian lebih. Kami imbau juga ke masyarakat ikut membantu menjaga lingkungan mulai dari hal terkecil, seperti jangan membuang sampah sembarangan,” katanya.

Banjir sempat terjadi di ibu kota Jatim, Surabaya, pada Jumat (24/11).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan penyebab utama banjir di Kota Pahlawan itu ialah tumpukan sampah.

“Sampah yang menumpuk membuat air tidak dapat mengalir dengan lancar. Biasanya kalau hujan deras kekuatannya 90 meter kubik, tapi saat kejadian hampir 124 meter kubik. Itu superlebat,” kata Risma.

Air juga merendam rel kereta api di sisi tanggul penahan lumpur Lapindo di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, Jatim. Dengan demikian, kereta api juga harus memelankan laju di bawah 10 kilometer per jam.

Banjir juga menggenangi Jalan Raya Porong di Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin dan Kelurahan Siring Kecamatan Porong.

Intensitas hujan yang tinggi dan merata selama sejak Sabtu (25/11) membuat sejumlah sungai di Pasuruan, Jatim, meluap hingga membanjiri ribuan rumah di Kota dan Kabupaten Pasuruan.

“Petugas dan tim relawan serta peralatan yang diperlukan sudah disiagakan. Kami sudah mengantisipasi dan melakukan tindakan di lapangan menjaga keamanan dan keselamatan warga,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Karena air terus meninggi, petugas penyelamat dan tim-tim relawan terpaksa mengevakuasi warga, terutama warga berusia lanjut dan balita.

“Banyak yang dievakuasi petugas maupun tim relawan ke lokasi lebih aman. Selain itu, kami sudah menyiapkan bantuan, terutama makanan dan obat-obatan. Bahkan untuk makanan kami sudah mendirikan dapur umum,” tandas Kepala BPBD Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah.

Tanah longsor
Hujan yang mendera Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menimbulkan tanah longsor di Dusun Ngruno, Desa Karangsari. Akibatnya, seorang warga meninggal dunia dan dua warga terluka.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menjelaskan, lokasi tanah longsor sebenarnya bukan daerah yang berisiko tinggi tanah longsor. Selama puluhan tahun, daerah tersebut tidak pernah mengalami tanah longsor. (AB/LD/AT/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya