Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu semakin pasti dalam menatap Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018. Meski belum mendapat surat keputusan (SK) pengusungan resmi dari pimpinan pusat partai, kedua pasangan tersebut sudah mendapat dukungan dari partai di tingkat provinsi.
Menurut Ketua DPW PKS Provinsi Jawa Barat Nur Suprianto, pihaknya bersama Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Irfan Suryanagara dan Ketua DPW PAN Jabar Ahmad Najib Qodratulah telah menandatangani kesepahaman (MoU) pengusungan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu pada Pilgub Jabar 2018 mendatang, di Bandung, Kamis (23/11) malam. Penandatanganan itu disaksikan juga Deddy dan Syaikhu.
Dengan begitu, menurut Nur Suprianto dukungan formal dari ketiga partai di tingkat provinsi sudah dituntaskan dan tinggal menunggu SK resmi dari struktur di tingkat pusat.
"PKS dan Demokrat menyetujui pasangan Demiz-Syaikhu secara bulat. Sedangkan PAN mendukung Deddy Mizwar sebagai gubernur, dan menyerahkan pemilihan wakilnya ke Demiz," kata Nur saat dihubungi dari Bandung, Jumat (24/11).
Seusai penandatanganan, ketiga partai akan merumuskan strategi pemenangan terutama menyangkut soliditas dan konsolidasi sesama partai pengusung.
Selain itu, Nur menyebut PKS, Demokrat, dan PAN mengajak partai lain untuk bersama-sama mendukung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu untuk melanjutkan kesuksesan Ahmad Heryawan yang dianggapnya berhasil memimpin Jawa Barat 10 tahun terakhir.
"Sekarang kami mengajak partai lain untuk mendukung Demiz-Syaikhu, agar keberhasilan pembangunan di Jawa Barat bisa terus dilanjutkan," katanya.
Disinggung nasib koalisinya bersama Partai Gerindra, Nur memastikan pihaknya masih membuka pintu untuk partai tersebut. "Tentu kita akan ajak Gerindra untuk bersama-sama," katanya.
Sementara itu, KPU Provinsi Jawa Barat didatangi Jajang Suherman dan Mohammad Teguh Harditya, pasangan calon gubernur-wakil gubernur dari jalur perseorangan (independent).
Meski belum membawa dukungan berupa KTP-E, mereka mendatangi kantor KPU untuk berkonsultasi terkait keikutsertaan dalam ajang tersebut. Bahkan, Jajang mengaku sudah mengantungi persyaratan 2,4 juta KTP-E dan sudah direkap ulang dalam waktu satu tahun tujuh bulan.
Jajang menjelaskan, dirinya bersama Teguh siap mengikuti kontestasi ini dengan bermodalkan niat membawa perubahan yang baik untuk Jawa Barat. Dia mengaku memiliki jaringan yang kuat di pesantren di Jawa Barat. "Kami ingin memperbaiki kondisi Jawa Barat," katanya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved