Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Musim Penghujan, Flu Burung Mulai Merebak

Tosiani
23/11/2017 15:55
Musim Penghujan, Flu Burung Mulai Merebak
(ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

MEMASUKI musim penghujan, virus flu burung mulai merebak. Virus itu diduga telah menyerang ternak unggas di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah hingga mati mendadak. Atas kejadian ini, para peternak diminta lebih menjaga kebersihan kandang, dan kesehatan unggas.

Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Temanggung Nurul Khasanah mengatakan kasus flu burung mulai menyerang 32 unggas di Desa Keblukan, Kecamatan Kaloran pada November ini.

"Dari 32 yang mati mendadak itu terdiri dari ayam buras, itik, dan entok atau itik manila. Musim hujan memang lembab sehingga rawan berkembang virus flu burung," kata Nurul, Kamis (23/11), di kantornya.

Pada musim hujan sebelumnya, di Januari 2017, kata Nurul, kasus flu burung juga menyerang 23 ekor unggas jenis ayam buras dan entok di Desa Bandunggede, Kecamatan Kedu.

Terkait kejadian flu burung itu, kata Nurul, pihaknya terus menggalakkan sosialisasi, membagikan vaksin dan desinvektan pada peternak kecil dengan jumlah kepemilikan unggas maksimal 5.000 ekor.

"Penyebab flu burung ini tingkat kelembaban yang tinggi pada musim hujan, kebiasaan mengumbar ternak, dan mencampur unggas berbagai macam jenis seperti entok, bebek, dan ayam menjadi satu kandang," kata Nurul.

Dijelaskan Nurul, biasanya ketika membeli ayam baru, peternak juga langsung mencampurnya dengan ayam yang sudah lama. Padahal seharusnya dipisah dulu untuk mengetahui apakah kondisinya betul-betul sehat atau ada penyakitnya.

Jika ayam tersebut dicampur, penyebaran virus dan penyakit akan lebih cepat. "Kadang peternak untuk menghemat pakan, di bawah kandang ayam juga mengumbar itik ataupun entok yang mengambil sisa makan ayam yang jatuh."

Termasuk pula ternak burung puyuh di bawahnya untuk pelihara ikan dan lele. "Padahal di air, virus bisa tahan lebih lama, sampai 30 hari," kata Nurul.

Kendati sudah mulai muncul flu burung, namun jika dibandingkan dengan 2016 lalu, tahun ini masih tergolong rendah. Sepanjang periode Januari-November hanya ada 55 unggas yang mati karena flu burung di dua tempat. Tahun lalu, tercatat mencapai 1737 unggas yang terkena flu burung. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya