Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Perwira Baru Isi Lapangan Udara TNI-AU di Perbatasan

22/11/2017 07:56
Perwira Baru Isi Lapangan Udara TNI-AU di Perbatasan
(ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA)

WILAYAH terluar di Tanah Air mendapat perhatian besar TNI Angkatan Udara. Salah satunya dengan menempatkan para perwira muda di sejumlah lapangan udara yang ada di wilayah terluar itu.

Di antara mereka ialah para perwira lulusan Sekolah Pembentukan Perwira.

"Penempatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga wilayah Indonesia sekaligus mengamankan program Nawa Cita pemerintah," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto saat melantik perwira Sekolah Pembentukan Perwira di Lanud Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, kemarin.

Hadi menambahkan, kekurangan personel TNI-AU di lanud-lanud wilayah terluar menjadi persoalan serius yang harus segera diatasi. Karena itu, para perwira baru akan mengawaki lanud penting, seperti Morotai, Biak, Merauke, dan Selaru, yang saat ini terus dikembangkan.

Apalagi, lanjut dia, TNI-AU akan mendatangkan alat utama sistem pertahanan baru, seperti pesawat jet tempur jenis Sukhoi 35, Hercules baru tipe C, menempatkan 20 alat radar, dan menambah 21 radar terbaru.

"Keberadaan para perwira Setukpa yang sudah dibekali kemampuan teknis akan mampu melaksanakan tugas dengan baik. Terlebih lagi ketika masih menjadi bintara mereka juga telah mampu melaksanakan berbagai tugas yang diemban sehingga saat melakukan kewajiban menjaga wilayah terluar dipastikan tidak akan menemui masalah," tandasnya.

Terkait dengan kedatangan pesawat tempur Sukhoi 35, KSAU mengaku tengah menunggu kontrak. Pesawat baru itu akan ditempatkan di Lanud Hasanudin Makassar karena infrastrukturnya sudah siap.
Setelah pembangunan infrastruktur di Lanud Iswahyudi Madiun kelar, pesawat itu akan dipindahkan untuk menggantikan pesawat tempur F-5. "Kami belum berani membangun Lanud Iswahyudi sebelum pesawat yang baru datang di Indonesia. Kami masih memiliki waktu satu tahun untuk menunggu," tandasnya.

Soal pilot, Hadi mengaku sudah siap. Mereka yang sebelumnya mengawaki F-5 siap duduk di kokpit Sukhoi 35, F-16, dan T50.
Masih di lingkungan TNI-AU, helikopter Sikorsky S-58T Twin Pac buatan Amerika Serikat akhirnya harus dikandangkan dan menjadi penghuni Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta.

Helikopter yang mulai mengabdi pada 1975 di Skuadron Udara 6, Lanud Atang Sanjaya, Bogor, itu telah banyak berjasa bagi Indonesia. Di antaranya, terlibat dalam operasi penumpasan ge-rombolan bersenjata di Irian Barat pada 1980, operasi di Timor Timur, operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka, operasi SAR, dan operasi kemanusiaan. (WJ/AU/BB/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya