Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DUET Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal George Elnadus Supit belum bisa berleha. Setelah membebaskan ribuan sandera di Kampung Banti dan Kimbeli di Kabupaten Mimika, mereka juga masih harus mengurusi para pengungsi.
Kemarin, mereka mengunjungi para pengungsi yang berada di Gedung Emeneme, Kota Mimika. Selain menghibur warga, keduanya juga memastikan kebutuhan dan kesejahteraan para pengungsi sudah terpenuhi. Pada kesempatan itu Boy Rafli mengungkapkan guna mencegah masuknya kembali kelompok kriminal bersenjata ke sejumlah kampung di Tembagapura, aparat akan membangun pos satgas terpadu di Banti.
"Kami sedang menyiapkan lokasi untuk pos pengamanan satgas terpadu di sana."
Kapolda tidak menampik kemungkinan kelompok bersenjata ingin menguasai kembali wilayah Banti, Kimbeli, dan Utikini. Namun, ia berharap kelompok itu dapat mematuhi maklumat yang sudah disampaikan pihaknya untuk meletakkan senjata.
Pangdam Mayjen George Elnadus menambahkan, jajarannya terus berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia agar bisa membantu membangunkan pos pengamanan terpadu TNI-Polri di wilayah Banti, Kimbeli, dan Utikini.
"Prajurit saya masih disiagakan di tiga kampung itu untuk menjaga dan mengamankan wilayah itu dari kemungkinan kembalinya kelompok bersenjata. Menurut informasi intelijen, mereka masih mencari celah dan peluang untuk mengganggu aparat keamanan dan PT Freeport," tandasnya.
Setelah dua minggu disandera, sejak Jumat (17/11), 344 warga sipil non-Papua telah dievakuasi. Pembebasan berlanjut pada Senin (20/11), sebanyak 804 warga asli Papua dievakuasi ke Timika.
Di Jakarta, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat Papua tidak perlu khawatir atas ancaman dari kelompok kriminal bersenjata.
"Saya tahu kekuatan mereka karena pernah menjabat sebagai Kapolda Papua. Saya sangat yakin negara ini memiliki kekuatan TNI dan Polri yang jauh lebih besar daripada mereka."
Sebelumnya, juru bicara Organisasi Papua Merdeka Sebby Sambom mengaku akan membalas dendam terhadap Satgas Terpadu TNI-Polri di Papua.
"TNI-Polri lebih kuat. Sekarang juga, satgas terpadu terus mengejar mereka," tegas Tito. (MC/Mal/Ant/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved