Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Anies Perintahkan Aparat DKI Siaga Banjir

Nicky Aulia Widadio
19/11/2017 10:22
Anies Perintahkan Aparat DKI Siaga Banjir
(MI/Arya Manggala)

SEJUMLAH daerah di Tanah Air bersiaga menghadapi banjir yang melanda. Apalagi, saat ini mulai memasuki musim penghujan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun memimpin apel siaga yang diikuti 49 ribu personel bertajuk Operasi Siaga Ibu Kota.

Dalam apel yang digelar di Lapangan Monas di Jakarta, kemarin, Anies memastikan seluruh aparatur Pemprov DKI dalam keadaan siap siaga selama tiga bulan ke depan. “Setiap saat kita memastikan Jakarta bebas bencana pada musim hujan kali ini,” kata Anies.

Operasi ini dianggap sangat krusial terlebih jika melihat potensi banjir di Ibu Kota beberapa bulan ke depan. “Kondisi cuaca tak bisa diprediksi. Cuaca ekstrem menyebabkan banjir. Kita tak ingin­ tinggal diam,” kata Anies.­

Dia juga menginstruksikan beberapa poin dari operasi siaga bencana ini. “Pesan saya, posko bencana harus siaga 24 jam, baik personel, kebutuhan logistik, maupun sarana prasarana. Kedua, pastikan memonitor permukaan air jika melebihi batas, aktifkan early warning system,” tambahnya.

“Manajemen penanganan banjir tingkat kelurahan harus siap, mulai jalur evakuasi, pos kesehatan, dan dapur umum siap,“ kata dia.

Keempat, mengantisipasi kemungkinan lain, seperti pohon tumbang. “Semua bantuan harus didistribusikan secara baik, jangan ada penyimpangan dan lain sebagainya,” kata dia.

Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kondisi sudah memasuki siaga I banjir karena naiknya muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo.

“Iya, sudah masuk siaga I banjir sejak kemarin, dini hari,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Andik Sudjarwo.

Menurut Andik, tren kenaik­an TMA Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro disebabkan, antara lain, tingginya curah hujan dari kawasan hulu dan lokal Bojonegoro.

Selain itu, sambung Andik, ada kiriman air dari hulu sungai di Madiun dan sekitarnya.

Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat. “Harap semua waspada dan bersiap menghadapi banjir,” jelasnya.

Dari Kota Bandung, Jawa Barat, kawasan Jalan Pasirkoja dan Jalan Peta terendam banjir sedalam 50 sentimeter. Sejumlah toko di pinggir jalan itu juga terendam air.

Seperti dilaporkan wartawan Metro TV, banjir itu diduga karena tingginya curah hujan ditambah meluapnya anak Sungai Citepus. Seorang warga, Mardi, berharap ada perbaikan sistem drainase serta pengerukan anak Sungai Citepus.

Korban tewas
Seorang warga Desa Benangin V Kecamatan Teweh Timur Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Barlin, 60, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat banjir bandang di pedalaman Sungai Teweh (anak Sungai Barito).

“Korban yang terjatuh di dalam parit ketika berjalan saat banjir melanda di jalan desa setempat,” kata seorang kerabat korban, Thole Sunarman.

Korban meninggalkan rumah pada Jumat (17/11) pagi. “Korban ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB di parit yang terendam banjir setinggi 3 meter saat mulai surut,” katanya. (YK/Ant/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya