Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON gubernur Ridwan Kamil (Emil) berharap diberi kebebasan untuk memilih calon wakil gubernur yang akan mendampinginya pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018. Hal itu dirasa penting agar dirinya bisa berpasangan dengan sosok yang memiliki kedekatan emosional dengannya.
Emil menilai, hubungan baiknya dengan kandidat calon wakil gubernur menjadi hal utama agar duet tersebut bisa bekerja dengan baik. Terlebih, menurutnya kerja sama yang baik ini harus terus terjalin hingga akhir masa jabatan.
"Karena kan kita akan bekerja selama lima tahun. Jadi harus ada chemistry-nya," kata Emil di Bandung, Senin (13/11).
Namun, Emil mengaku dirinya tidak akan pilih-pilih terkait sosok yang akan mendampinginya itu. Dia hanya berharap calon wakilnya itu, selain ada chemistry dengannya, juga memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) yang tinggi di masyarakat.
Oleh karena itu, dia berharap koalisi partai pengusungnya bisa obyektif dalam menentukan calon wakil gubernur. Salah satunya dengan melalui mekanisme survei untuk mengetahui kandidat yang paling banyak dipilih masyarakat.
"Kalau respons dari masyarakat baik, itu berarti masyarakat memilih," katanya.
Emil mengaku belum memiliki nama kandidat yang akan dipilihnya untuk menjadi wakil gubernur. "Siapa saja tidak masalah, dari kalangan mana saja juga tidak masalah," katanya.
Terpisah, pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran Bandung, Firman Manan, mengamini faktor kedekatan emosional menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam memilih calon wakil.
Pasangan gubernur-wakil gubernur yang memiliki hubungan yang baik akan berdampak positif terhadap kinerja mereka. "Political chemistry. Emil ini nyaman dengan siapa," kata dia.
Menurutnya, calon wakil gubernur yang memiliki kinerja dan rekam jejak bagus akan menjadi sia-sia jika tidak memiliki kedekatan emosional yang baik dengan gubernur. "Yang saling melengkapi memang bagus, tapi kalau tidak nyaman? Percuma," ujarnya.
Selain itu, menurutnya calon wakil gubernur harus disepakati oleh partai pengusung. Setiap partai pengusung harus diajak diskusi dalam menentukan kandidat tersebut.
Lebih lanjut dia katakan, saat ini nama Uu Ruzhanul Ulum menjadi kandidat calon wakil gubernur yang lebih unggul daripada kandidat lainnya. "Pak Uu leading karena dia sudah lama mendeklarasikan diri. Sejak 2016," katanya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved