Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH daerah sempat digaduhkan dengan permasalahan distribusi pupuk bersubsidi. Petani merasa tidak bisa mendapatkan pupuk murah. Padahal, saat ini memasuki masa tanam.
Untuk mengetahui permasalahan produksi dan distribusi pupuk bersubsidi, wartawan Media Indonesia Sugeng Sumariyadi mewawancarai Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (persero) Achmad Tossin Sutawikara. Berikut petikannya.
Bagaimana kondisi produksi dan distribusi pupuk subsidi pada musim tanam?
Pupuk Indonesia didukung dengan kapasitas produksi yang cukup tinggi, yaitu untuk urea 8,7 juta ton, NPK 3,3 juta ton, ZA 750 ribu ton, dan SP-36 500 ribu ton. Kapasitas tersebut melebihi kebutuhan subsidi, yakni Urea (4,1 juta ton), NPK (2,5 juta ton), ZA (1,05 juta ton), SP 36 (850 ribu ton), dan organik (1 juta ton).
Khusus untuk ZA dan SP-36, kekurangan produksi diatasi melalui impor, sedangkan untuk pupuk organik, PT Pupuk Indonesia telah memiliki mitra organik dengan kapasitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan subsidi.
Selain didukung kapasitas produksi yang cukup tinggi, Pupuk Indonesia didukung jaringan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.
Dalam menghadapi musim tanam Oktober-Maret, PT Pupuk Indonesia (persero) telah mengantisipasinya dengan melakukan building stock. Dapat dipastikan stok pada musim tanam dapat memenuhi kebutuhan seluruh petani. Posisi stok secara nasional per 10 November di gudang lini III bila dibandingkan dengan stok minimum ialah Urea 169% , NPK 222%, SP36 279%, dan ZA 117%.
Ada kendala dalam penyediaan maupun distribusi?
Kendala yang hadapi ialah terdapat alokasi pupuk subsidi di wilayah yang sudah habis sehingga muncul keluhan. Kami dan dinas setempat berusaha merelokasi antartempat dan waktu. Relokasi ditindaklanjuti dengan terbitnya surat keputusan dari dinas di provinsi atau kabupaten.
Kendala lain ialah kebutuhan lebih besar bila dibandingkan dengan alokasi pupuk bersubsidi sehingga terdapat potensi kebutuhan pupuk yang tidak terpenuhi. Selain itu, masih terdapat petani yang belum tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam RDKK. Padahal, berdasarkan aturan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, petani harus tergabung dalam kelompok tani dan RDKK.
Untuk mengakomodasi hal itu, kami menyediakan stok pupuk nonsubsidi di tiap kios resmi kami sehingga di kios selalu tersedia pupuk.
Terobosan apa yang bapak lakukan untuk mengurangi risiko kelangkaan pupuk atau kecurangan distribusi pupuk bersubsidi?
Kami telah mengambil beberapa langkah, seperti pewarnaan pupuk bersubsidi, penggunaan kantong satu merek, penggunaan bag code pada kantong, penebusan dengan delivery order (DO) daring, monitoring distribusi pupuk mulai produsen sampai gudang produsen dan distributor di lini III secara daring.
Bagaimana terkait dengan peredaran pupuk palsu?
Kami terus melakukan sosialisasi pupuk baik bentuk kemasan, merek, dan kandungan melalui temu petani, demplot, dan media massa. Kami juga mendorong petani untuk menebus pupuk di kios resmi karena pupuk palsu tidak memberi efek apa pun karena tidak mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Kami juga mendorong masyarakat untuk melaporkan bila menemukan indikasi peredaran pupuk palsu.
Bagaimana Anda melihat permintaan petani agar pemerintah terus menyubsidi pupuk?
Pada dasarnya tujuan subsidi pupuk ialah membantu petani memperoleh pupuk dengan harga murah. Apa pun kebijakan pemerintah mengenai subsidi, Pupuk Indonesia sebagai operator siap menjalankan penugasan dari pemerintah. (N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved