Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kesan Dualisme di Batam Harus Dihapuskan

Hendri Kremer
10/11/2017 08:15
Kesan Dualisme di Batam Harus Dihapuskan
()

PERTUMBUHAN ekonomi di Batam, Kepulauan Riau, diyakini bisa terus meningkat asalkan ada regulasi yang menarik investor untuk menanamkan usaha mereka di daerah kepulauan itu.

Untuk mengetahui lebih lanjut soal optimisme itu, wartawan Media Indonesia Hendri Kremer mewawancarai Kepala BP Batam Lukita Dinasyah Tuwo. Berikut petikannya.

Setelah Anda dilantik pada 19 Oktober, apa yang sudah Anda lakukan?
Saya dan tim banyak mengumpulkan permasalahan selama satu bulan ini. Sebab, by system semua masalah di Batam sudah bagus.

Namun, ada beberapa hal yang mungkin menjadi catatan kami. Seperti persoalan wewenang. Satu minggu setelah dilantik, saya langsung menghubungi Wali Kota Batam. Dalam pertemuan singkat itu, kami sepakat membagi tugas.

Yaitu BP Batam mengurus investasi dan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam mengurus pelayanan masyarakat. Kemitraan yang kondusif antara BP Batam dan Pemkot Batam yang selama ini terkesan ada dualisme harus dihapuskan.

Berbicara dalam kerangka kawasan ekonomi khusus (KEK), kami akan menetapkan zona-zona yang sesuai dengan posisi strategis Batam.

Tentu saja semua aspek dapat kita lihat dari rencana itu, antara lain logistik, pariwisata, dan pengembangan Batam sebagai daerah digital.

Lalu, Batam mempunyai basis industri migas yang sudah baik meskipun kondisi migas secara global belum membaik. Namun, kami ingin competitiveness dalam kaitan industri migas bisa kita bangkitkan kembali.

Di samping itu, tentu kami melihat pelabuhan dan bandara merupakan aset yang sangat strategis.

Bagaimana dengan pariwisata di Batam?
Secara geografis, Batam dekat dengan Singapura dan Malaysia. Untuk menopang Batam selama industri mengalami sedikit kendala ialah pariwisata.

Wisata yang berkembang di Batam ialah wisata longstay bagi para wisatawan asing. Yakni semakin lama kita menahan mereka, semakin banyak dolar yang dapat kita raup.

Apalagi, kami ada kerja sama dengan biro perjalanan di Tiongkok. Kami kira, target 1,4 juta wisatawan asing di Batam dapat kita lampaui.

Bagaimana dengan Batam sebagai daerah digital?
Ada satu perusahaan animasi terkenal sekelas studio internasional di kawasan Nongsa.

Perusahaan itu telah menghasilkan film animasi dan beberapa kali menjuarai festival di luar negeri. Dan banyak yang tidak tahu hal itu.

Pemasukan dari industri animasi bisa membangkitkan perekonomian Batam.

Ke depan, kawasan digital di Batam berpotensi paling diperhitungkan di Asia jika benar-benar dikembangkan dan didukung stakeholder di daerah ini.

Pengembangan perusahaan animasi dan piranti lunak bukan hanya mimpi, melainkan sudah terealisasi, tinggal dibesarkan.(N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya