Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Cuaca Buruk di Batam, Tiga Pesawat Terpaksa Holding di Udara

Hendri Kremer
07/11/2017 16:35
Cuaca Buruk di Batam, Tiga Pesawat Terpaksa Holding di Udara
(ilustrasi--thinkstock)

TIGA pesawat komersial terpaksa melakukan holding di udara selama beberapa jam di wilayah udara Batam lantaran jarak pandang di Bandara Hang Nadim Batam hanya mencapai 500 meter.

Pendeknya jarak pandang itu disebabkan oleh hujan yang begitu deras dan cuaca yang tak bersahabat di sekitar bandara, Selasa (7/11) siang, sekitar pukul 10.00-11.10 WIB. Setelah berputar-putar di udara selama kurang lebih satu jam, ketiga pesawat tersebut akhirnya selamat mendarat di bandara.

Ketiga pesawat yang berputar balik itu antara lain Lion Air JT 971
dari Surabaya yang seharusnya jadwal mendarat pukul 10.20 WIB, baru mendarat pukul 11.10 WIB.

Kedua pesawat Lion Air JT 958 dari Pontianak semestinya dijadwalkan mendarat pukul 10.15 WIB baru mendarat pkl 11.17 WIB. Lalu ketiga Garuda Indonesia GA 152 dari Jakarta yang baru mendarat pukul 11.23 WIB setelah berputar di udara Batam selama sekitar 30 menit.

Kondisi itu memaksa pihak bandara Hang Nadim Batam mengeluarkan aba-aba waspada atau yang dikenal dalam dunia penerbangan Notice to Airmen (Notam).

"Itu dilakukan untuk keselamatan penerbangan. Syukur, tiga pesawat itu mendarat dengan sempurna. Untuk saat ini, kondisi penerbangan dalam keadaan baik dan tanpa ada gangguan yang sangat berarti," kata General Manager Hang Nadim Suwarso.

Menurut dia, cuaca Selasa siang memang buruk jarak pandang sangat rendah. Yakni di bawah 500 meter. Kondisi ini, sangat mengganggu aktivitas penerbangan apa lagi sedang melalukan pendaratan.

"Akan tetapi, pada pukul 12.30 WIB seluruh penerbangan kembali normal, semua pendaratan berjalan baik dan aman, untuk keberangkatan tidak ada hambatan. Karena jarak pandang sudah 5 kilometer," ujarnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya