Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN santri mendapat pengakuan dari negara setelah pada Oktober lalu pemerintah menggelar Hari Santri Nasional. Namun, banyak daerah menggelar peringatan itu dengan kemeriahan semata sehingga yang tampak hanya euforianya. “Seharusnya momen Hari Santri dilihat dari semangatnya. Para santri harus meneguhkan semangat pengabdian terhadap bangsa dan negara lewat peringatan ini,” papar Kholil Asyari, Wakil Bupati Pamekasan, Jawa Timur, kepada M Ghazi dari Media Indonesia. Berikut wawancaranya.
Siapa santri di mata Anda?
Banyak yang melihat santri dengan makna yang sempit. Seperti, mereka yang hanya belajar di pesantren. Padahal, santri ialah seseorang yang memiliki kepribadian luhur dan dalam setiap sikapnya, mengedepankan nilai kemuliaan akhlak, mengedepankan kepentingan orang banyak, termasuk kepentingan bangsa dan negara. Inti kata santri ialah pengabdian. Pesantren yang berasal dari kata pesantrian merupakan lembaga yang mencetak anak didik sebagai calon-calon pengabdi masyarakat.
Berarti gelar santri juga bisa dimiliki siapa saja?
Ya. Siapa saja bisa bergelar santri. Artinya, siapa pun yang mengedepankan semangat pengabdian terhadap masyarakat ialah santri.
Soal Hari Santri Nasional, komentar Anda?
Peringatan HSN memang didasarkan pada penghargaan terhadap peran kaum santri dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Namun, lebih dari itu, ini momen kembali meneguhkan semangat pengabdian terhadap bangsa dan negara yang saat ini, diakui atau tidak, mulai luntur, kalah oleh kepentingan pribadi. Momen Hari Santri seharusnya tidak dipandang pada kemeriahan acara seremonialnya, tetapi pada semangatnya. (N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved