Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) telah mengembangkan dakwah melalui siber. Hal itu dimaksudkan untuk menangkal radikalisme dan hoaks di media sosial.
“Kita tidak bisa melawan kelompok intoleran jika tidak menguasai dakwah yang sistematis,” kata Ketua LDNU, Maman Imanulhaq, saat menghadiri pelantikan LDNU Kabupaten Cirebon, kemarin.
Maman mengatakan pengembangan dakwah melalui siber itu telah dilakukan LDNU sejak sekitar empat bulan yanglalu. Melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, ratusan dai NU dilatih agar mereka tidak hanya berdakwah di atas panggung, tetapi juga direkam dan rekaman itu disebarluaskan melalui beragam media, termasuk media sosial.
Untuk angkatan pertama, ada 200 dai yang telah diberi pelatihan. Dalam pelatihan itu, mereka diajari cara membuat konten melalui media sosial, termasuk bagaimana menangkal jika ada upaya radikalisme. Mereka pun diajarkan membedakan berita yang benar dan hoaks.
“Untuk angkatan kedua juga ada 200 dai yang dilatih,” ujar Maman.
Ia mengungkapkan berdakwah melalui media siber saat ini sudah merupakan tuntutan zaman. Pasalnya jemaah, terutama kaum muda, yang datang ke pengajian saat ini sudah bisa dihitung. “Yang datang paling hanya yang tua-tua,” tutur Maman.
Menurutnya, kaum muda saat ini lebih cenderung mencari berita, termasuk konten mengenai agama, melalui media, termasuk media sosial. Karena itu, dakwah melalui siber dinilai penting untuk menangkal kelompok radikalisme yang ada di media sosial.
Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani menambahkan, saat ini dakwah memang harus dikembangkan melalui berbagai dimensi. Itu termasuk media konvensional hingga media sosial.
“Dakwah NU yang dikenal ramah dan tanpa menghujat siapa pun harus dikembangkan tidak hanya secara tradisional,” tandas dia.
Paham komunis
Pada kesempatan berbeda, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut dengan paham komunis karena ajaran tersebut dinilai telah tuntas di Indonesia.
“Mungkin saja saat ini pahamnya masih ada. Namun, tempat bagi paham ini tidak ada lagi di negara ini,” kata dia dalam sambutannya di Musyawarah Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Padang, kemarin.
Menurut dia, saat ini yang perlu dilakukan warga ialah memantapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat terlindungi dari paham komunis tersebut.
“Islam merupakan pedoman yang hakiki. Kita semua memilikinya. Memantapkan ajaran Islam akan membentengi diri dari paham ini,” ujarnya.
Ia meminta agar masyarakat jangan menghabiskan energi untuk memikirkan paham komunis yang akan bangkit di Indonesia. Selain itu, dirinya meminta masyarakat, terutama KAHMI, untuk mengkritik kebijakan yang diambil pemerintah apabila kebijakan itu melenceng dari undang-undang.
“Mari kawal pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Luruskan sesuatu apabila pembangunan tidak berjalan sesuai aturan,” tambahnya.
Ia berharap kepada pengurus KAHMI Kota Padang periode 2012-2017 yang dilantik nanti dapat terus solid dan kompak dan jangan terpecah belah dan selalu berkomunikasi dengan baik. (Ant/N-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved