Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Adly Fairuz Mejeng di Bandung Barat

03/11/2017 10:48
Adly Fairuz Mejeng di Bandung Barat
(DOK MI/TERESIA AAN MELIANA)

NAMA Adly Fairuz menjulang saat memerankan tokoh Aldo dalam sinetron berjudul Cinta Fitri. Namun, bagi warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Adly lebih dikenal sebagai bakal calon kepala daerah, yang akan ikut berkontestasi pada Pilkada 2018.

Maklum saja, nama dan wajah sang pesinetron dan penyanyi itu banyak tersebar di jalan protokol. Ia menyatakan dirinya siap maju dalam pilkada Kabupaten Bandung Barat sebagai bakal calon bupati. “Adly Fairuz serius akan mendaftar lewat jalur perseorangan. Ada beberapa bakal calon dari jalur ini, mereka sudah berkonsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum terkait dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi,” papar Ketua Divisi Teknis KPU Bandung Barat Adie Saputro, kemarin.

Dia memperkirakan, semakin dekat ke waktu pendaftaran, mungkin bakal calon dari jalur perseorangan ini akan bertambah. Pihaknya membuka selebar-lebarnya pendaftaran ini karena sesuai dengan undang-undang, tiap warga negara berhak mencalonkan diri pada pilkada.

“Resminya nanti setelah penyerahan dukungan. Tapi memang benar, baru Adly Fairuz yang sudah serius akan mendaftar di pilkada Bandung Barat,” ungkapnya.

Penyerahan dukungan untuk bakal calon perseorangan dibuka pada 25-29 November. Di Bandung Barat, setiap bakal calon wajib mengumpulkan dukungan minimal 76.409 warga. Selain nama dan tanda tangan, berkas harus dilengkapi lampiran KTP elektronik. Warga pendukung disyaratkan harus tersebar dari sembilan kecamatan di Bandung Barat.

Sejumlah tokoh di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, juga mulai gatal untuk terjun ke pilkada lewat jalur perseorangan. “Ada beberapa tokoh yang sudah datang dan bertanya syarat-syarat yang harus mereka penuhi,” aku Komisi Hukum KPUD Kota Pangkal Pinang M Atobi.

Dia menambahkan calon perseorangan yang akan maju di Pangkal Pinang disyaratkan harus mendapat dukungan KTP dari 13 ribu warga. Jumlah itu mencapai 10% dari total warga pemilik hak suara sebanyak 130.772 orang.

Masih di Pangkal Pinang, DPW Partai NasDem Bangka Belitung mengaku akan mengikuti instruksi partai soal calon yang akan direkomendasikan untuk maju. “Sejauh ini, kami belum menerima surat rekomendasi dari DPP NasDem soal nama yang harus didukung. Kami akan taati petunjuk dari Jakarta,” kata Sekretaris DPW NasDem Bangka Belitung Ro­bert Aritonang.

Di Bangka Belitung, tiga kabupaten dan kota akan menggelar pilkada pada 2018. Di Belitung, NasDem sudah mengusung Isyak Meirobi dan di Bangka memilih Tarmizi Saat.

Di Kota Pangkal Pinang, belum ada nama yang diajukan. (DG/RF/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya