Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Ekspedisi Bahari Partai NasDem mengunjungi nelayan di Pelabuhan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kemarin. Datang di perkampungan nelayan, ratusan nelayan dengan mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘Berani Uji Petik Cantrang’, antusias mengungkapkan keluhan dan aspirasi mereka.
Pelarangan cantrang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti masih mengemuka. “Kami menghadapi posisi sulit. Jika cantrang betul-betul dilarang, bisa dibayangkan akan hancurnya perekonomian ribuan bahkan ratusan ribu nelayan kapal cantrang,” papar Amin, 50, nakhoda kapal cantrang.
Karena itu, para nelayan siap menantang pemerintah melakukan uji petik, guna membuktikan bahwa jaring cantrang merusak atau tidak merusak lingkungan. Ribuan nelayan sudah menggunakan cantrang dan piranti itu telah terbukti mampu menghidupi ratusan ribu nelayan di Jawa Tengah, termasuk di Juwana yang jumlahnya 2.800 orang.
Penyetopan cantrang, lanjut Amin, bisa diselesaikan secara jernih jika uji petik dilakukan. “Dampak pelarangan yang akan berlangsung satu bulan ke depan akan sangat besar. Karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan secara jernih,” ujarnya.
Uji petik
Tim Ekspedisi yang terdiri dari anggota Komisi IV DPR dari Fraksi NasDem Fadholi, Ketua Partai NasDem Bidang Pertanian dan Maritim Emmy Hafild, dan Sekjen Masyarakat Perikanan Nusantara, Nimmi Zulbainarni, sepakat dengan keinginan para nelayan.
“Kami sangat berharap masalah cantrang ini dapat dibahas secara baik, karena dampaknya bagi nelayan sangat besar, baik sosial maupun ekonomi. Batas waktu cantrang tinggal sebulan lagi, dan kami minta dilakukan penundaan penghentian sampai dilakukan pengkajian mendalam serta uji petik,” kata Fadholi.
Tim Ekspedisi Bahari Partai NasDem, lanjutnya, akan melakukan uji petik sebagai bahan kajian tentang cantrang. Jika hasil yang dicapai jaring cantrang memang baik, tidak merusak lingkungan seperti yang digambarkan selama ini, cantrang sudah seharusnya dipertahankan. Jika hasilnya sebaliknya, tetap perlu dilakukan langkah penundaan larangan guna menyiapkan para nelayan.
Fadholi mengaku sudah berkali-kali berbicara dengan Menteri Susi. Cantrang di mata sang menteri, dianggap sudah selesai.
“Selesai itu kan pada tataran kebijakan. Di lapangan, kenyataannya, jauh dari selesai, seperti yang kami temukan hari ini,” tandasnya.
Langkah pelarangan cantrang, menurut Fadholi, dampaknya sangat besar, Banyak nelayan yang belum siap, terutama menyiapkan alat tangkap pengganti. Belum lagi soal dampak ekonomi yang dialami nelayan akibat perubahan alat tangkap.
Sehari sebelumnya, tim ekspedisi juga mengunjungi nelayan di Kabupaten Tegal dan Pekalongan. Keluhan soal cantrang juga mengemuka.
Pada hari kedua, tim mendatangi nelayan di Pati dan Rembang, Jawa Tengah, serta Tuban, Jawa Timur.
Di Aceh, potensi perikanan yang besar mencapai jutaan ton per tahun, belum tergarap maksimal. “Kami berharap pengusaha mau berinvestasi untuk membangun perusahaan pengolahan ikan, sehingga kesejahteraan nelayan bisa meningkat,” kata Gubernur Irwandi Yusuf, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan ikan tuna milik PT Yakin Pasifik Tuna, di Samudera Lampulo, Banda Aceh. (FD/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved